Dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, Universitas Brawijaya Climate and Health Centre bersama Desa Tlogorejo mengadakan Lomba Video dan Poster Edukasi Lingkungan yang mengangkat isu daur ulang, pilah sampah, promosi produk bank sampah, dan bahaya pembakaran sampah.
Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Lomba Video dan Poster Edukasi Lingkungan Desa Tlogorejo. Melalui kreativitas, ide, dan pesan yang disampaikan, para peserta telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di desa kita.
Setiap karya menampilkan kreativitas, pesan edukatif, dan kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini. Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri berdasarkan aspek Kekuatan Narasi, Pesan, & Kesesuaian Tema (30%), Kreativitas & Kearifan Lokal (30%), Kejelasan Penyampaian (20%), Dampak & Relevansi Aksi terhadap Isu Sampah (20%), berikut kami umumkan pemenang terbaik dari masing-masing kategori lomba:
🎥 Kategori Video Edukasi Daur Ulang
🏆 Juara 1: Vanza Azillia Nanda Wahyudi
🥈 Juara 2: Mita Trisusanti
🎥 Kategori Video Edukasi Pilah Sampah
🏆 Juara 1: Salsabila Nanda Wahyudi
🥈 Juara 2: Iit Nurhanifah
🖼 Kategori Poster Edukasi Pilah Sampah
🏆 Juara 1: Nabela Narurita
🥈 Juara 2: Halim
🖼 Kategori Poster Promosi Produk Bank Sampah
–
🖼 Kategori Poster Edukasi Bahaya Pembakaran Sampah
🏆 Juara 1: Novella Nada Yudy
🥈 Juara 2: Dimas Ahmad Raditya
Selamat kepada seluruh pemenang atas prestasi dan kontribusinya. Karya-karya yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi sarana edukasi serta inspirasi bagi masyarakat Desa Tlogorejo untuk terus menerapkan perilaku ramah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.
Bagi peserta yang belum meraih juara, kami tetap mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan semangatnya. Setiap karya yang dihasilkan merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam mewujudkan Desa Tlogorejo yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
This research was funded by the NIHR (Global Health Research Centre for Non-communicable Diseases and Environmental Change) using UK international development funding from the UK Government to support global health research. The views expressed in this publication are those of the author(s) and not necessarily those of the NIHR or the UK government.