CHC UB Presentasikan Riset di ICOPH 2026 Bali, Bersama 460+ Peserta dari 45 Negara

Andrea Hirata, dalam novelnya yang berjudul Laskar Pelangi, pernah menulis

“Jika hati kita tulus berada di dekat orang berilmu, kita akan disinari pancaran pencerahan, karena sesungguhnya kepintaran sangat mudah menjalar.”Andrea Hirata

Ada sesuatu yang menyenangkan dari berada di tengah orang orang yang datang dari tempat yang berbeda, tetapi membawa perhatian pada hal yang sama. Selama tiga hari, Bali menjadi ruang pertemuan bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati kesehatan masyarakat dari berbagai negara dalam The 12th International Conference on Public Health (ICOPH) 2026.

ICOPH 2026 diselenggarakan pada 5 sampai 7 Agustus 2026 di Bali, Indonesia. Konferensi ini diikuti oleh lebih dari 460 peserta dari 45 negara, baik secara langsung maupun daring. Untuk mengakomodasi berbagai rangkaian kegiatan, konferensi berlangsung di enam ruang fisik dan tiga ruang virtual. 

Plenary Speech oleh Dr. Padmini D. Ranasinghe , Assistant professor of medicine, Johns Hopkins University School of Medicine.

Dokumentasi hari pertama besama seluruh peserta ICOPH 2026 dari 45 negara dan lintas benua.

Tiga hari tersebut dipenuhi dengan presentasi penelitian, diskusi, keynote speech, poster session, workshop, dan berbagai kesempatan untuk bertemu dengan peneliti lain. Namun, bagi banyak peserta, konferensi tentu bukan hanya tentang mengikuti sesi demi sesi yang tercantum dalam jadwal.

Ada percakapan yang terjadi sebelum sesi dimulai. Ada perkenalan singkat di sela coffee break. Ada diskusi yang berlanjut setelah presentasi selesai. Ada pula kesempatan untuk mendengar pengalaman penelitian dari negara lain yang mungkin memiliki persoalan kesehatan yang serupa, tetapi dengan konteks yang sangat berbeda.

Memulai Konferensi dengan Keberagaman

Hari pertama ICOPH 2026 diawali dengan rangkaian pembukaan, sambutan, pertunjukan budaya tradisional Bali, Welcome Address, dan Opening Keynote. Peserta juga mengikuti Partner and Country Coordinator Recognition serta Launch of ICOPH 2027. 

Delegasi Climate and Health Centre Universitas Brawijaya yaitu Dwi Sari Puspaningtyas, MSPH (kanan) dan Serius Miliyani Dwi Putri, M.Ked.Trop. (kiri)

Salah satu hal yang menarik dari pembukaan konferensi adalah bagaimana keberagaman menjadi bagian dari suasana sejak awal. Para peserta datang dari berbagai negara dengan latar belakang, pengalaman, dan bidang keahlian yang berbeda.

Delegasi Climate and Health Centre Universitas Brawijaya bersama Delegasi Peneliti dari Malaysia

Delegasi Climate and Health Centre Universitas Brawijaya bersama Delegasi Peneliti dari Afrika Selatan 

Setelah sesi pembukaan, agenda berlanjut ke berbagai sesi teknis yang membahas isu kesehatan masyarakat dari beragam perspektif. Beberapa di antaranya mencakup sistem kesehatan dan kebijakan inklusif, komunitas dan pelayanan kesehatan sepanjang siklus kehidupan, inovasi dan teknologi kesehatan, nutrisi dan praktik klinis, serta determinan lingkungan terhadap kesejahteraan. 

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat memang tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Sistem kesehatan, komunitas, lingkungan, teknologi, kebijakan, dan kondisi sosial semuanya saling berhubungan.

Membawa Penelitian dari Indonesia ke Forum Internasional

Di tengah pertemuan tersebut, Climate and Health Centre (CHC) Universitas Brawijaya turut mengambil bagian dengan membawa dua penelitian yang sama-sama berangkat dari persoalan kesehatan dan lingkungan di Indonesia.

Penelitian pertama, “Environmental or Lifestyle Interventions? A Cost-Effectiveness Analysis of COPD Prevention Strategies in Rural Indonesia Using a Model-Based ICER Approach”, dipresentasikan oleh Dwi Sari Puspaningtyas, MSPH mewakili tim peneliti. 

Presentasi oleh Dwi Sari Puspaningtyas, MSPH mewakili tim peneliti

Penelitian kedua yang berjudul “Co-designing a Community-Based Air Pollution Early Warning Communication System: Mitigating Cardiovascular Risk in Rural and Peri-Urban Indonesia”, dipresentasikan oleh Serius Miliyani Dwi Putri, M.Ked.Trop. mewakili tim peneliti.

Presentasi oleh Serius Miliyani Dwi Putri, M.Ked.Trop. mewakili tim peneliti

Dua penelitian tersebut membawa dua pendekatan yang berbeda, tetapi bertemu pada satu perhatian yang sama: bagaimana persoalan lingkungan dapat memengaruhi kesehatan manusia, dan bagaimana solusi kesehatan dapat dirancang agar benar benar sesuai dengan kehidupan masyarakat.

Dokumentasi Dwi Sari Puspaningtyas, MSPH dan Serius Miliyani Dwi Putri, M.Ked.Trop. ketika mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai presenter ICOPH 2026

Dokumentasi bersama Dr. Axel Kaehne, Professor in Health & Social Care and Director of the Evaluation and Policy Analysis Unit at Edge Hill University

Belajar dari Pengalaman yang Berbeda

Memasuki hari kedua, 6 Agustus 2026, kegiatan kembali dimulai dengan sesi Healing through Yoga and Consciousness, sebelum peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah sepanjang hari.

Berbagai topik kembali dibahas melalui keynote, technical sessions, dan poster presentations. Peserta dapat memilih ruang diskusi sesuai dengan bidang dan ketertarikan masing masing. 

Bagi seorang peneliti, kesempatan seperti ini menjadi penting. Kita tidak hanya datang untuk menyampaikan hasil penelitian sendiri, tetapi juga untuk mendengarkan bagaimana orang lain melihat persoalan yang mungkin selama ini kita pikir sudah kita pahami.

Dokumentasi Workshop bersama Dr. Axel Kaehne, Professor in Health & Social Care and Director of the Evaluation and Policy Analysis Unit at Edge Hill University

Sebuah penelitian yang dilakukan di satu negara dapat memberikan perspektif baru ketika dibandingkan dengan pengalaman dari negara lain. Begitu pula sebuah pendekatan yang berhasil di satu komunitas belum tentu dapat diterapkan begitu saja di tempat lain. Konteks selalu menjadi bagian penting dalam kesehatan masyarakat.

Di antara berbagai sesi tersebut, peserta juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara lebih informal. Justru dalam percakapan percakapan sederhana seperti inilah sering kali muncul ide untuk penelitian berikutnya, kemungkinan kolaborasi, atau sekadar kesempatan untuk saling mengenal.

Menutup Tiga Hari dengan Membuka Peluang Baru

Hari ketiga, 7 Agustus 2026, menjadi penutup rangkaian ICOPH 2026. Agenda kembali diisi dengan technical sessions, featured speeches, poster presentations, dan berbagai diskusi mengenai kesehatan masyarakat. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah Interactive Mental Health Awareness Segment, yang mengingatkan kembali bahwa pembicaraan mengenai kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan mental dan kesejahteraan manusia secara keseluruhan. 

Konferensi kemudian dilanjutkan dengan workshop “Building Research Capacity Together in Southeast Asia: an Open Discussion on Future Collaboration and Research Support.”

Tema tersebut sangat relevan sebagai bagian dari penutup konferensi. Setelah tiga hari bertukar penelitian dan pengalaman, pertanyaan berikutnya bukan hanya tentang apa yang telah kita pelajari, tetapi juga tentang apa yang dapat kita lakukan bersama setelah konferensi ini selesai.

Sebab sebuah konferensi pada akhirnya bukan hanya tentang tiga hari ketika kita berada di satu tempat.

Yang lebih penting adalah apa yang kita bawa pulang setelahnya.

Mungkin sebuah ide penelitian baru. Mungkin sebuah pendekatan yang ingin dicoba di komunitas sendiri. Mungkin sebuah kontak dari peneliti yang sebelumnya tidak pernah kita kenal. Atau mungkin sebuah percakapan sederhana yang ternyata menjadi awal dari sebuah kolaborasi.

Dokumentasi Delegasi Climate and Health Centre Universitas Brawijaya bersama peneliti dari berbagai negara

Dengan peserta dari 45 negara, ICOPH 2026 memberikan ruang yang luas untuk pertemuan semacam itu. 

Bagi peserta yang hadir secara langsung di Bali, konferensi ini juga menjadi kesempatan untuk mengalami pertemuan lintas negara dalam suasana yang khas Indonesia. Hari pertama mengajak peserta mengenakan pakaian tradisional dan membawa bendera negara masing masing sebagai bagian dari perayaan keberagaman budaya. Pada hari kedua dan ketiga, peserta kembali mengenakan pakaian formal untuk mengikuti rangkaian konferensi. 

Pada akhirnya, mungkin inilah salah satu hal paling berharga dari sebuah konferensi internasional.

Kita datang membawa penelitian masing masing. Kita pulang membawa cerita dari orang lain.

CHC UB datang ke Bali membawa cerita tentang udara yang dihirup masyarakat pedesaan, tentang pilihan intervensi yang lebih cost effective, dan bagaimana persoalan lingkungan dapat memengaruhi kesehatan manusia.

Dari ruang ruang diskusi ICOPH 2026, cerita tersebut kemudian bertemu dengan ratusan cerita lain dari 45 negara.

Dan di antara semuanya, selalu ada kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru.

Dokumentasi Hari Pertama bersama Dr. Raman Preet, Senior EU Research Coordinator at the Department of Epidemiology and Global Health, Umeå University, Swedia

Hari pertama seusai pembukaan ceremonial, kami berdiskusi dengan Dr. Raman, Senior EU Research Coordinator at the Department of Epidemiology and Global Health,Umeå University, Swedia. Awalnya kami hanya berdiskusi tentang presentasi yang akan kami berdua lakukan. Beliau memberikan pandangan dan nasehat-nasehat kepada kami. Obrolan tersebut kemudian semakin dalam seiring beliau berbagi tentang pandangan dan pengalaman beliau tentang pekerjaan dan nilai-nilai kehidupan. Kami sangat bersyukur dalam kesempatan tersebut mendapatkan sharing insights dan experience dari beliau.

Hari terakhir kami berfoto lagi bersama Dr. Raman. Kami sungguh sangat berharap dapat bertemu lagi dengan beliau.

Dokumentasi Hari Terakhir bersama Dr. Raman Preet, Senior EU Research Coordinator at the Department of Epidemiology and Global Health, Umeå University, Swedia

Hari terakhir, sebelum kami menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, tanpa sengaja kami bertemu Prof. Gilmore dari Filipina. Beliau adalah salah satu panelist/evaluator ketika Serius Miliyani Dwi Putri presentasi.

Dokumentasi Hari Terakhir bersama Prof. Dr. Gilmore G. Solidum
President, Association of Higher Education, Multidisciplinary Researchers, College of Nursing and School of public Health Pamantasan Ng, Manila, Philippines

Beliau sangat ramah! Bahkan dalam foto ini beliau yang memegang kamera!

ICOPH 2026 telah selesai di Bali, tetapi penelitian, percakapan, dan kemungkinan kolaborasi yang lahir di dalamnya masih akan terus berjalan. [100826]

Oleh: Serius Miliyani Dwi Putri

Leave a Comment