Posyandu ILP Desa Tlogorejo: Layanan Kesehatan Sepanjang Siklus Kehidupan

Treatment without prevention is simply unsustainable.” — Bill Gates

Usai menghadiri giat Posyandu Anggrek 2 Kepanjen, Field Facilitator NIHR UB bergegas menuju Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Kehadiran tersebut merupakan tindak lanjut dari japrian Ketua TP-PKK Desa Tlogorejo, Sulis Nurhayati, sehari sebelumnya.

Awalnya, koordinasi itu berkaitan dengan agenda pembagian hadiah bagi para pemenang Lomba Video dan Poster Edukasi Lingkungan yang diselenggarakan oleh Tim NIHR Universitas Brawijaya (UB).

Namun, sesampainya di Desa Tlogorejo, Field Facilitator NIHR UB mendapati bahwa agenda pembagian hadiah tersebut bertepatan dengan berlangsungnya kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Posyandu ini dilaksanakan di Pustu Tlogorejo, yang lokasinya berdampingan langsung dengan Pendopo Balai Desa Tlogorejo.

Posyandu ILP Desa Tlogorejo: Layanan Kesehatan Sepanjang Siklus Kehidupan
Suasana giat Posyandu ILP di Pustu Tlogorejo yang beralamatkan di Dusun Dadapan RT 16 RW 06 Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Momentum ini pun dimanfaatkan untuk sekaligus menghimpun informasi langsung dari tenaga kesehatan (nakes) setempat, yakni Bidan Sulianik, A.Md. Keb., dan Perawat Wahono, S.Kep., Ners., yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di desa tersebut.

Posyandu ILP merupakan pengembangan dari Posyandu konvensional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan. Program ini menghadirkan layanan kesehatan terpadu yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, remaja, ibu hamil, usia produktif, hingga lansia.

Tidak lagi terbatas pada pelayanan ibu dan anak, Posyandu ILP bertujuan mendekatkan layanan kesehatan dasar ke masyarakat dengan cakupan yang lebih luas, termasuk skrining penyakit tidak menular, penyuluhan gizi, serta deteksi dini berbagai masalah kesehatan.

Pada hari Kamis (15/01) tersebut, sasaran Posyandu ILP berasal dari lingkungan Posyandu Nusa Indah 3 dan 4. Sebanyak 10 kader kesehatan turut ambil bagian mendampingi tenaga kesehatan dalam memberikan layanan. Dengan pembagian peran yang terkoordinasi, para kader membantu proses pemeriksaan bayi, balita, ibu hamil, usia produktif, hingga lansia.

Meja nakes Pustu Tlogorejo. Terlihat Bidan sedang melakukan imunisasi disaksikan oleh Perawat dan Babinsa setempat

Bidan Sulianik menjelaskan bahwa untuk balita, layanan yang diberikan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas. Selain itu, tersedia pula layanan imunisasi bagi enam balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, seperti BCG, Polio 1, DPT, Rota Virus IPV, dan Campak. Upaya ini menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit sejak usia dini.

Sementara itu, pelayanan untuk kelompok usia produktif dan lansia dikomandani oleh Perawat Wahono. Fokus layanan mencakup skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pengecekan kadar gula darah. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, setiap peserta mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai dukungan pemenuhan gizi.

Giat Posyandu ILP ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan primer, salah satu dari enam pilar transformasi kesehatan nasional. Melalui implementasi strategi ILP, Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan sepanjang siklus hidup, pendayagunaan jaringan layanan hingga tingkat desa, serta penguatan pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan kunjungan rumah. Pendekatan ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga.

Pelayanan kesehatan sejatinya tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan. Sayangnya, fokus pada penyembuhan sering kali lebih dominan dibandingkan upaya preventif. Padahal, sebagaimana ujar Bill Gates, seorang pengusaha dan filantropis Amerika:

Deretan plastik PMT dalam meja

“Pengobatan tanpa pencegahan sama sekali tidak berkelanjutan.”

Pesan tersebut menemukan relevansinya dalam pelaksanaan Posyandu ILP di Desa Tlogorejo, yang berupaya menghadirkan layanan kesehatan komprehensif dan berkelanjutan, dimulai dari langkah-langkah pencegahan di tingkat komunitas.

Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan mitra pendukung seperti NIHR UB, Posyandu ILP di Desa Tlogorejo menjadi contoh nyata bagaimana layanan kesehatan primer dapat hadir lebih dekat, lebih menyeluruh, dan lebih bermakna bagi masyarakat. *** [160126]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment