“Wow, what an incredible milestone! So grateful for what you have provided for your team, each guest, and your community!” — Katina Ujczo
Senja mulai merambat di kawasan Jalan Sempu, Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Selasa (23/6). Di hari yang sama ketika Compound Social Club (CSC) resmi membuka pintunya (grand opening) untuk publik, sebuah perayaan sederhana namun sarat makna berlangsung di salah satu sudut tempat tersebut. Enam belas enumerator Baseline Survey NIHR UB Banyuwangi berkumpul dalam sebuah agenda bertajuk “Anniversary Enumerator NIHR UB Banyuwangi.”
Pemilihan lokasi seolah bukan tanpa alasan. Seperti yang digambarkan oleh CSC dalam laman resminya, tempat ini bukan sekadar restoran dan bukan pula sekadar kafe. Ia hadir sebagai ruang sosial yang menyatukan makanan, minuman, budaya, komunitas, dan kebahagiaan sederhana dalam kebersamaan. Sebuah filosofi yang terasa begitu selaras dengan semangat para enumerator yang selama satu tahun terakhir bekerja bersama di lapangan.
Perayaan ini sebenarnya lahir secara spontan. Tidak ada perencanaan panjang ataupun kepanitiaan yang rumit. Semua bermula dari kesadaran bahwa tepat setahun sebelumnya, pada 13 Juni 2025, para enumerator mulai mengemban tugas pengumpulan data penelitian NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) di Kabupaten Banyuwangi.

“Sebenarnya setahunnya enumerator bertugas di Banyuwangi pada tanggal 13 Juni,” ujar Fahmi Ahmad Fauzan, S.Sos., enumerator Desa Tamanagung. “Namun karena kala itu sedang mengikuti Training Enumerator Baseline Survey, lupa!”
Meski terlambat beberapa hari, semangat untuk merayakan perjalanan satu tahun itu tidak berkurang sedikit pun. Sebab, work anniversary bukan hanya soal menghitung usia pengabdian.
Lebih dari itu, ia menjadi momentum untuk mengingat kembali dedikasi, kerja keras, dan kontribusi setiap individu terhadap keberhasilan sebuah penelitian. Apresiasi semacam ini juga menjadi perekat yang memperkuat solidaritas tim sekaligus menjaga hubungan interaksional yang sehat di antara para anggota.

Sebelum acara dimulai, suasana di CSC tampak sudah dipersiapkan dengan matang. Sebuah meja panjang membentang dari barat ke timur di sisi utara bangunan. Reservasi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya membuat pihak CSC mampu menata tempat secara khusus.
Menariknya, posisi duduk peserta dikelompokkan berdasarkan desa penugasan masing-masing. Selain menciptakan suasana akrab, penataan tersebut juga membantu Field Facilitator NIHR UB dalam melakukan pendataan ulang serta absensi para enumerator yang hadir.
Tepat pukul 16.45 WIB, acara dimulai. Rahmanurraudhotul Amin, SKM., enumerator Desa Kaliploso, bertindak sebagai pembawa acara. Dengan hangat ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus terima kasih atas kehadiran seluruh enumerator Banyuwangi. Suasana kemudian semakin khidmat ketika doa bersama dipimpin oleh Muhammad Wisnu Nafiri, S.E., enumerator Desa Wringinagung.

Momentum berikutnya menjadi kejutan tersendiri bagi Field Facilitator NIHR UB sekaligus Peneliti dalam Bidang Pengawas Data Lapangan/Supervisor SMARThealth yang hadir sebagai tamu undangan. Dalam sambutannya, ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan surprise melalui kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan atas kekompakan para enumerator yang selama ini menjadi ujung tombak pengumpulan data penelitian.
Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar seluruh enumerator terus menjaga integritas saat bertugas di lapangan. Menurutnya, capaian kerja atau completion rate bukan sekadar angka administratif, melainkan salah satu indikator penting yang juga mencerminkan kualitas sebuah penelitian.
Setelah sambutan Field Facilitator, giliran Yunita Pratiwi Suprapto, S.T., enumerator Desa Wringinrejo sekaligus koordinator acara, menyampaikan pesan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin selama setahun terakhir. Baginya, kerukunan dan solidaritas yang tumbuh di antara para enumerator merupakan modal berharga dalam menjalankan tugas-tugas penelitian yang tidak selalu mudah.

Puncak acara pun tiba. Dari ruang bartender, sebuah kue ulang tahun dibawa keluar oleh Kiki Antikawati Rustandi, S.Kep., enumerator Desa Sarimulyo. Tepuk tangan dan senyum memenuhi ruangan. Field Facilitator kemudian diminta meniup lilin dan melakukan pemotongan kue secara simbolis sebagai penanda satu tahun perjalanan para enumerator NIHR UB Banyuwangi.
Namun kemeriahan belum berhenti di sana. Sesi tukar-menukar doorprize justru menjadi salah satu bagian paling menghibur. Hadiah yang telah dibawa masing-masing peserta diputar hingga tiga kali sebelum akhirnya berhenti pada penerima yang beruntung.
Tawa dan sorak-sorai terdengar setiap kali nama penerima membuka bingkisan ala kado tersebut. Bahkan Field Facilitator pun tidak luput dari keberuntungan. Ia memperoleh sebungkus Slai O’lai dan sebuah Cartoon Stage Mirror Meinixin.

Yang paling menarik perhatian bukanlah bentuk hadiahnya, melainkan secarik kertas Post-It yang menempel pada cermin tersebut. Di sana tertulis kalimat sederhana namun penuh makna:
“Lihatlah ke cermin. Itulah saingan terbesarmu.”
Sebuah pesan reflektif yang mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam hidup sering kali berasal dari diri sendiri.
Selepas sesi doorprize, suasana berubah menjadi lebih santai. Para peserta menikmati hidangan yang telah tersaji sambil berbincang dan mengenang berbagai pengalaman selama bertugas di lapangan.

Di antara menu yang tersaji, Field Facilitator menikmati Nasi Tempong Ayam Kampung bertajuk The Spicy One, Hits First, Think Later, ditemani minuman Social Battery, segelas orange ice yang menyegarkan.
Di balik gelak tawa dan kebersamaan sore itu, tersimpan makna yang lebih dalam. Setahun perjalanan para enumerator bukan hanya tentang angka-angka survei, formulir data, atau target capaian. Ia adalah kisah tentang kerja sama, komitmen, dan ketulusan orang-orang yang memilih hadir di tengah masyarakat demi menghasilkan data penelitian yang berkualitas.
Ungkapan dari Katina (Terry) Ujczo, Northeast Senior Retail Director at lululemon, terasa tepat menggambarkan semangat yang hadir dalam perayaan tersebut:
“Wow, sungguh pencapaian yang luar biasa! Sangat bersyukur atas apa yang telah Anda berikan untuk tim Anda, setiap tamu, dan komunitas Anda!”

Kalimat itu menjadi penguat bahwa setiap dedikasi yang diberikan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi tim dan lingkungan di sekitarnya.
Pukul 18.11 WIB, acara resmi berakhir. Seluruh peserta kemudian berkumpul di depan CSC untuk mengabadikan momen melalui foto bersama. Senja Banyuwangi perlahan menutup hari, tetapi kenangan tentang kebersamaan sore itu akan tetap tersimpan sebagai bagian dari perjalanan panjang para enumerator NIHR UB Banyuwangi.
Selamat atas ulang tahun kerja Anda! Terima kasih telah menjadi bagian penting dari tim kami. Semoga ulang tahun kerja Anda menyenangkan! *** [240626]
Oleh: Budiarto Eko Kusumo | Editor: Budiarto Eko Kusumo