Kiriman Logistik Riset Lewat Lion Parcel: Ketika Peralatan Penelitian Tiba Menopang Langkah Baseline Survey

The best investment is in the tools of one’s own trade.” — Benjamin Franklin

Sore itu, ketika rencana berjalan-jalan menikmati suasana senja ke Dam Sumberwaru Kampung Ciut yang tak jauh dari basecamp di Desa Tamanagung mulai tersusun, sebuah japrian mendadak mengubah agenda.

Salah seorang enumerator Desa Tamanagung menerima pesan dari Lion Parcel yang mengabarkan bahwa kiriman logistik pendukung Baseline Survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) telah tiba pada Kamis (25/06).

Bagi sebagian orang, kedatangan paket mungkin hanya berarti sebuah kiriman biasa. Namun, dalam manajemen penelitian, logistik memiliki arti yang jauh lebih besar. Logistik merupakan fungsi pendukung yang sangat vital karena memastikan seluruh material, personel, informasi, dan fasilitas tersedia pada waktu, tempat, kondisi, serta biaya yang tepat.

Kiriman logistik medical equipment Baseline Survey NIHR-GHRC NCDs & EC tiba di basecamp Tamanagung, Banyuwangi

Dengan dukungan logistik yang baik, para peneliti dan enumerator dapat memusatkan perhatian pada hal yang paling utama, yakni menghasilkan data penelitian yang valid, akurat, dan berkualitas.

Tak lama berselang, satu mobil Lion Parcel berhasil mencapai halaman depan basecamp meski harus melewati gang sempit dari Jalan Pahlawan RT 01 RW 06, Dusun Sumberwaru, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Tantangan akses tidak menjadi penghalang bagi tibanya berbagai perlengkapan penelitian yang telah dinantikan.

Kiriman logistik tersebut berasal dari Meutia Fildzah Sharfira, SKM, MPH, dan diterima langsung oleh trio enumerator laki-laki Kabupaten Banyuwangi, yaitu Fahmi Ahmad Fauzan, S.Sos., Rahmanurraudhotul Amin, SKM, dan Muhammad Wisnu Nafiri, S.E.

Setelah seluruh kardus dipindahkan ke teras depan basecamp, pekerjaan berikutnya segera dimulai. Ketiga enumerator laki-laki itu kemudian bergabung dengan trio enumerator perempuan, yakni Nisaul Rofifah, S.Gz., Rafini Aminatul Hidayah, S.Tr.Gz., dan Maharany Triastuti Januarizki, S.ST.

Pembongkaran kardus dan menginventarisir kiriman logistik medical equipment NIHR-GHRC NCDs & EC

Bersama-sama mereka membongkar setiap kardus, memeriksa kelengkapan isi, menginventarisasi seluruh barang, lalu membaginya ke dalam enam Tim Enumerator Baseline Survey yang bertugas di Desa Tamanagung, Sarimulyo, Kaliploso, Wringinrejo, Wringinagung, dan Purwodadi.

Satu per satu perlengkapan penelitian dikeluarkan dari kemasannya. Di antaranya tas kesehatan, digital bathroom scale OneMed Model EB9370, stature meter, alat ukur lingkar perut OneMed OD 23, OMRON Automatic Blood Pressure Monitor Model HEM-7156T, Glucometer Easy Touch GCU, oximeter Taff Omicron, alcohol swab 2 Ply OneMed, baterai alkaline, lembar persetujuan (informed consent), lembar kunjungan, lembar hasil skrining kesehatan, OneMed Wallet Travel Kit, name tag, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang akan digunakan selama pelaksanaan baseline survey.

Aktivitas inventarisasi berlangsung dengan penuh ketelitian. Setiap alat dicocokkan dengan daftar pengiriman, kemudian dikelompokkan sesuai kebutuhan masing-masing tim sebelum didistribusikan melalui perwakilan enam Tim Enumerator Baseline Survey. Proses tersebut berlangsung hingga selepas waktu Isya’, memastikan seluruh tim telah memperoleh perlengkapan yang dibutuhkan sebelum terjun ke lapangan.

Kiriman logistik ini juga mencerminkan prinsip efisiensi dalam pengelolaan penelitian. Selain Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), sebagian besar perlengkapan yang dikirim merupakan aset yang dapat digunakan berulang kali sepanjang penelitian berlangsung. Bahkan, apabila dirawat dengan baik, berbagai medical equipment tersebut masih memiliki masa pakai yang panjang dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian-penelitian berikutnya.

Mengecek BMHP Disposal Site

Pengalaman serupa pernah diterapkan dalam penelitian SMARThealth Extend. Saat itu, peneliti menghadirkan teknisi dari masing-masing produsen medical equipment untuk memberikan pelatihan mengenai cara penggunaan sekaligus perawatan alat.

Langkah tersebut menjadi konsekuensi logis ketika penelitian berinvestasi pada berbagai perangkat kesehatan dalam jumlah besar. Peralatan yang terawat tidak hanya menjamin akurasi pengukuran selama penelitian berlangsung, tetapi juga menjaga nilai aset agar tetap produktif pada riset-riset selanjutnya.

Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Benjamin Franklin (1706-1790), salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah Amerika Serikat:

“Investasi terbaik adalah pada peralatan di bidang pekerjaan Anda sendiri.”

Kutipan tersebut mengingatkan bahwa investasi dalam penelitian tidak hanya diwujudkan melalui sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga melalui penyediaan dan pemeliharaan logistik yang memadai.

OneMed Wallet Travel Kit

Peralatan yang berkualitas, dikelola dengan baik, serta digunakan secara berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam menghasilkan penelitian yang kredibel sekaligus memperkuat kapasitas riset pada masa mendatang.

Di balik tumpukan kardus yang dibongkar hingga malam itu, sesungguhnya tersimpan lebih dari sekadar alat kesehatan. Tersimpan kesiapan enam tim enumerator untuk menjalankan baseline survey secara optimal, sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan penelitian kesehatan di masa depan.

Logistik mungkin bekerja di balik layar, tetapi tanpa dukungannya, langkah-langkah penelitian tidak akan pernah berjalan sejauh yang diharapkan. *** [260626]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment