Menyelaraskan Langkah Bersama Kader Posyandu

A worthy relationship is an agreement that challenges and supports both participants.” — Joseph Rain, The Unfinished Book About Who We Are

Langit malam baru saja menuntaskan Maghrib ketika tiga enumerator Baseline Survey NIHR-GHRC NCDs & EC memasuki Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Sabtu (27/6).

Tujuan mereka bukanlah melakukan wawancara atau mengumpulkan data, melainkan membangun fondasi yang jauh lebih penting, yaitu menyamakan pemahaman dengan para kader Posyandu yang selama ini menjadi “penjaga ingatan” kesehatan masyarakat di lingkungannya.

Pertemuan berlangsung sederhana di rumah salah seorang kader, Ika Novera Ningsih. Namun, di balik suasana yang hangat itu tersimpan peran strategis yang akan menentukan kelancaran pelaksanaan survei di lapangan.

Pertemuan tiga enumerator dengan tiga kader Posyandu di rumah biru muda di dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi

Sebelumnya, seluruh enumerator telah mengikuti pelatihan pada 13–14 Juni 2026 di Hotel Surya, Jajag. Setelah pembekalan selesai, mereka diterjunkan ke wilayah kerja masing-masing. Namun, sambil menunggu pembaruan aplikasi SMARThealth, waktu tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan awal kepada pemerintah desa maupun kader Posyandu.

Di Kabupaten Banyuwangi sendiri, Tim Enumerator Baseline Survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) akan bekerja di enam enumeration area (EA), yaitu Desa Tamanagung, Sarimulyo, Karangploso, Wringinrejo, Wringinagung, dan Purwodadi.

Malam itu, tiga enumerator Desa Wringinagung – Maharany Triastuti Januarizki, S.ST., Muhammad Wisnu Nafiri, S.E., dan Winda Cahyani, S.Tr.Gz.RD. – didampingi Field Facilitator NIHR Universitas Brawijaya (UB), yang diboncengkan oleh enumerator Desa Kaliploso Rahmanurraudhotul Amin, SKM., memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertemu tiga kader Posyandu Dusun Jatisari, yakni Ika Ernawati (RW 01), Ika Novera Ningsih (RW 02), dan Asfiratus Samsiyah (RW 03).

Percakapan malam itu dipenuhi lembar demi lembar daftar responden. Nama-nama yang sebelumnya tercatat saat household listing dan pre-screening diperiksa kembali satu per satu. Kader Posyandu membantu memastikan apakah calon responden masih tinggal di alamat tersebut, berpindah domisili, atau bahkan telah meninggal dunia. Di sinilah pengalaman para kader menjadi sangat berharga.

Perkenalan dan Penyampaian agenda lapangan dengan kader Posyandu Dusun Jatisari

Sesekali suasana berubah menjadi penuh senyum ketika muncul cerita-cerita yang hanya diketahui oleh warga setempat. Ada nama responden yang ternyata sudah berubah (berganti nama) sepulang merantau dari Kalimantan dan menikah kembali. Ada pula yang kini menetap di Sumatra. Sebagian lainnya sudah tidak lagi berada di daftar karena telah meninggal dunia.

Cerita-cerita sederhana itu menjadi bukti bahwa data tidak hanya tersusun dari angka dan nama, tetapi juga perjalanan hidup setiap individu.

Bagi enumerator, proses crosscheck seperti ini merupakan bekal penting sebelum benar-benar melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Dengan informasi yang telah diverifikasi langsung oleh kader Posyandu, mereka tidak bekerja berdasarkan dugaan, melainkan berdasarkan kondisi riil masyarakat. Hasilnya, proses pengumpulan data nantinya diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, sekaligus meminimalkan kesalahan sasaran.

Selain melakukan verifikasi data, Maharany juga menyampaikan rencana kegiatan lapangan kepada para kader. Komunikasi tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyelaraskan jadwal pendampingan saat kegiatan door to door dimulai. Kehadiran kader di lapangan nantinya diharapkan mampu mempermudah proses pengenalan wilayah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat kepada tim survei.

Enumerator lakukan crosscheck keberadaan responden dengan kader Posyandu Dusun Jatisari

Seusai diskusi enumerator, Field Facilitator NIHR UB melanjutkan dialog dengan para kader untuk mengenali lebih jauh karakteristik kader kesehatan di Desa Wringinagung.

Desa ini terdiri atas empat dusun, yaitu Glowong, Jatisari, Sumberjaya, dan Sumberjo. Sebanyak 11 Posyandu tersebar di seluruh wilayah desa, masing-masing diperkuat oleh tujuh kader sehingga total terdapat 77 kader Posyandu yang aktif mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Khusus di Dusun Jatisari, terdapat tiga Posyandu, yaitu Posyandu Cenderawasih di RW 01, Posyandu Gelatik di RW 02, dan Posyandu Garuda di RW 03. Adapun Desa Wringinagung berada dalam wilayah kerja Puskesmas Jajag, salah satu dari dua puskesmas yang melayani Kecamatan Gambiran selain Puskesmas Gambiran.

Pertemuan sederhana itu baru berakhir selepas salat Isya’. Tidak ada seremoni, tidak pula agenda yang megah. Hanya percakapan yang berlangsung hangat di ruang tamu seorang kader kesehatan yang bercat biru muda tersebut. Namun dari ruang sederhana itulah lahir kesepahaman, kepercayaan, dan sinergi yang menjadi modal utama keberhasilan sebuah survei berbasis masyarakat.

Field Facilitator NIHR UB menyimak dan mencatat dalam pertemuan bersama kader Posyandu Dusun Jatisari

Seperti yang dikatakan Joseph Rain, seorang pengusaha dari London yang telah melepaskan segala keterkaitan dengan kebangsaan, ras, agama, atau kelas, dan sebaliknya menganggap dirinya sebagai warga dunia sejati, setia pada satu keyakinan: kemanusiaan, dalam The Unfinished Book About Who We Are (2017):

“Hubungan yang berharga adalah kesepakatan yang menantang dan mendukung kedua belah pihak.”

Kutipan tersebut menggambarkan eratnya kolaborasi antara enumerator dan kader Posyandu. Enumerator membutuhkan pengetahuan lokal yang dimiliki kader, sementara kader mendukung tersedianya data yang akurat demi menghasilkan gambaran kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Ketika keduanya berjalan beriringan, proses pengumpulan data tidak sekadar menjadi aktivitas penelitian, tetapi juga menjadi wujud kerja sama untuk membangun fondasi kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran. *** [280626]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment