Briefing Sore, Harapan Esok Hari: Membangun Bank Sampah Tlogo Berseri yang Berkelanjutan

For all of us, self-briefing before going out or starting a project sharpens artistic wit.” — Robert Genn

Jelang sore di penghujung Februari ketika Tim NIHR Universitas Brawijaya (UB) – Sekar Aqila Salsabilla, S.AP., M.AP.; Dea Aginta Karina Br Tariigan, S.AP; dan Field Facilitator – meninggalkan Lokasi Bank Sampah Bina Lestari Sumberejo dan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Langkah berikutnya adalah menyapa semangat baru di Bank Sampah Tlogo Berseri, sebuah titik harapan yang menempati bangunan bekas sekolah dasar di Dusun Judeg No. 22 RT 02 RW 01 Desa Tlogorejo.

Sebelum tiba di lokasi, tim terlebih dahulu singgah di Balai Desa untuk berkoordinasi dengan Bidan Pustu Tlogorejo, Sulianik A.Md.Keb., memastikan arah dan titik kumpul. Tepat pukul 15.54 WIB, di bawah cuaca yang mulai sedikit bersahabat, mereka sampai di halaman sederhana yang kelak menjadi pusat gerakan perubahan perilaku warga.

Briefing Sore, Harapan Esok Hari: Membangun Bank Sampah Tlogo Berseri yang Berkelanjutan
Jelang pelaksanaan, Tim NIHR UB lakukan biefing terhadap Kader Lingkungan Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Di ruang yang dulu menjadi tempat anak-anak belajar membaca, kini 10 kader lingkungan duduk melingkar di atas tikar, siap menyimak. Nama-nama seperti Bobo Ma’arif, Efendi, Iit Nur Hanifah, Siti Nurhidayatul Mufida, Siti Nurhidayati, Sri Darwati, Sri Widyowati Wiastutik, Suriyani, Sutarmi, dan Yunita Tri Hendrianti bukan sekadar daftar hadir. Mereka adalah wajah-wajah yang akan menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.

Hadir pula dalam acara ini adalah Ketua TP PKK Sulis Nuryahati, atau yang akrab disapa Lis Wahyudi, Bidan Anik, Ahmad Yani, serta dua enumerator COM-B Tlogorejo (Alfi Indah Kumala, S.Sos. dan Hamim Maulana Rahman, S.Sos.) dan seorang enumerator COM-B dari Sumberejo, Rizqi Bagus Saputra, S.Sos.

Briefing dimulai pukul 16.25 WIB dengan diawali sambutan dari Ketua TP PKK yang menyampaikan rasa syukur atas dukungan alat dan pendampingan bagi Bank Sampah Tlogo Berseri. Ia berharap kader terpilih dapat belajar dengan tekun dan menjalankan amanah ini dengan konsisten. Semangat itu menjadi pembuka bagi sesi yang lebih teknis namun penuh makna.

Sekar memaparkan arah besar pengelolaan sampah: menggeser kebiasaan masyarakat dari membakar sampah menuju sistem bank sampah yang lebih berkelanjutan. Sebuah transformasi perilaku yang tidak instan, tetapi harus dirintis dengan pengetahuan dan ketelatenan. Di sinilah peran kader menjadi sentral. Selain sebagai katalis perubahan, juga sebagai jembatan edukasi dari konsep menuju praktik.

Mengenalkan bacaan edukasi sampah dan sekaligus diberika untuk pustaka Bank Sampah Tlogo Berseri

Sebagaimana ungkapan Robert Genn (1936–2014), seorang pelukis dan mentor seni Kanada yang dikenal karena nasihatnya yang berwawasan dan memotivasi tentang kreativitas dan kehidupan artistik:

“Bagi kita semua, mempersiapkan diri sebelum keluar atau memulai sebuah proyek akan mempertajam kecerdasan artistik.”

Kutipan ini seolah menemukan relevansinya di ruang sederhana itu. Briefing bukan sekadar agenda formal, melainkan proses mempersiapkan kader agar memiliki ketajaman pengetahuan dan kecakapan komunikasi sebelum terjun mendampingi warga.

Bimbingan teknis kemudian dilanjutkan oleh Dea Aginta Karina Br Tarigan. Ia memperkenalkan sistem pendataan berbasis Google Form yang telah dirancang untuk memetakan karakteristik calon nasabah, mencatat titik koordinat, hingga menyusun basis data bank sampah.

Deretan aneka hidangan untuk bukber dari Kader Lingkungan Desa Tlogorejo

Mekanismenya terstruktur. Setelah calon nasabah dikunjungi dan diprospek, rumah mereka akan ditempeli stiker berkode batang (barcode) sebagai identitas partisipasi. Program ini dijadwalkan berjalan pada Juli, namun latihan dan pembiasaan sudah dapat dimulai sejak sekarang.

Praktisi lingkungan Ahmad Yani turut berbagi kiat memulai langkah awal, termasuk pentingnya membentuk Bank Sampah Sel guna menopang kinerja Bank Sampah Induk. Diskusi juga merambah peluang pengembangan ekonomi sirkular seperti budidaya magot dan produksi olahan pangan. Ketua TP PKK menegaskan satu prinsip penting, yaitu berjalan pelan namun pasti, dengan komitmen keberlanjutan.

Briefing ini memperlihatkan bagaimana community-based waste management (CBWM) tidak hanya berbicara tentang teknis pemilahan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif. Ketika kader dibekali pemahaman menyeluruh, mulai dari sistem data hingga strategi komunikasi, maka bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, melainkan pusat pembelajaran sosial.

Tim NIHR UB berbuka puasa bersama Ketua TP PKK, Bidan Pustu Tlogorejo, Kader Lingkungan, Praktisi Lingkungan, dan enumerator COM-B

Menjelang Maghrib, hidangan hasil gotong royong tersusun rapi di atas tikar yang tergelar, yang terdiri dari  nasi putih, nasi empok, nasi tiwul, sambal terong, sayur lompong, oseng pakis, urap, pare, jamur crispy, peyek kacang, sayap ayam pedas, bothok, bongko, rambak, lalapan timun, hingga irisan semangka dan melon. Teh panas dan air mineral melengkapi suasana kebersamaan.

Di sela menunggu azan, Field Facilitator NIHR UB berbincang singkat dengan para enumerator COM-B mengenai progres pengumpulan data. Mereka melaporkan proses berjalan lancar. Ia mengingatkan bahwa responden dinyatakan tuntas bila kuesioner terisi lengkap dan terkirim sempurna. “Kalau masih pending karena belum lengkap, berarti belum sesuai target capaian,” tegasnya, yang menjadi sebuah penekanan bahwa ketelitian adalah bagian dari profesionalitas.

Tak lama kemudian, kumandang azan Maghrib terdengar. Briefing yang sarat persiapan beralih menjadi bukber yang hangat. Di bangunan bekas sekolah itu, bukan hanya makanan yang dibagi, tetapi juga harapan. Harapan bahwa dari ruang sederhana ini, gerakan kecil akan tumbuh, mengubah kebiasaan lama, dan perlahan menata masa depan lingkungan Desa Tlogorejo menjadi lebih bersih dan berkelanjutan. *** [280226]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Edior: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment