Deretan kursi di Pendopo Balai Desa Tamanagung, Dusun Krajan RT 02 RW 04, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (08/07) pagi, mulai terisi sejak jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Warga datang silih berganti. Ada ibu yang menggendong balitanya, ada pula para lansia yang berjalan pelan sambil menyapa tetangga yang telah lebih dulu tiba.
Pagi itu, pendopo desa menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Dua kegiatan posyandu berlangsung bersamaan. Kader berseragam kuning melayani Posyandu Kesehatan Jiwa (Keswa) Wijaya Kusuma, sedangkan kader berbaju merah muda tampak sibuk menyambut warga yang mengikuti Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Wijaya Kusuma.
Di balik kesibukan tersebut, Posyandu ILP menghadirkan wajah baru pelayanan kesehatan masyarakat. Jika dahulu posyandu lebih dikenal sebagai tempat penimbangan balita, kini melalui transformasi Integrasi Layanan Primer (ILP), pelayanan diperluas untuk seluruh kelompok usia. Bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia memperoleh layanan dalam satu rangkaian pemeriksaan yang terintegrasi.

Begitu memasuki area pelayanan, warga terlebih dahulu menuju meja pendaftaran. Kader Sugiyati melayani registrasi balita dengan cekatan, sementara kader Tri Andayani mencatat data peserta dewasa dan lansia. Senyum dan sapaan hangat dari kedua kader membuat suasana terasa akrab.
Dari meja pendaftaran, peserta bergeser menuju meja pengukuran antropometri. Di sudut pendopo, kader Yuyun Siti Indari dan kader Siti Muntamah tampak telaten mengukur berat badan dan tinggi badan balita. Sesekali terdengar tangis kecil anak-anak yang belum terbiasa berdiri di atas timbangan, namun tangisan itu segera reda setelah para kader menghibur mereka dengan senyum dan candaan.
Tidak jauh dari sana, kader Muryati melayani pengukuran bagi peserta dewasa dan lansia. Berat badan, tinggi badan, hingga lingkar perut diperiksa sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan. Seluruh hasil pengukuran kemudian dicatat dengan rapi oleh kader Nurul Khoiriyah agar setiap perkembangan kesehatan warga dapat dipantau dari waktu ke waktu.

Perjalanan warga belum berhenti. Mereka melanjutkan ke meja skrining kesehatan. Di meja ini, kader ILP Ade Fitria melakukan pemeriksaan tekanan darah sekaligus mengecek kadar gula darah. Pemeriksaan sederhana tersebut menjadi langkah awal untuk mendeteksi faktor-faktor risiko penyakit tidak menular yang kerap datang tanpa disadari.
Tahapan terakhir adalah konsultasi kesehatan bersama dua perawat dari Pustu Tamanagung, Wiwin Rasiatul U., A.Md.Kep., dan Ade Ernawati, A.Md.Kep. Selain memberikan pelayanan sesuai keluhan yang disampaikan warga, keduanya juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan rutin, serta upaya menjaga kesehatan sejak dini.
Rangkaian pelayanan dari satu meja ke meja berikutnya berlangsung tertib dan saling terhubung. Inilah yang menjadi ciri utama Posyandu ILP, yakni pelayanan kesehatan yang tidak lagi terkotak-kotak berdasarkan usia, melainkan terintegrasi dalam satu sistem pelayanan yang menyentuh seluruh fase kehidupan masyarakat.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, para kader bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka bukan sekadar mencatat data atau mengukur berat badan. Lebih dari itu, mereka menjadi wajah terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa, memastikan setiap warga memperoleh layanan yang mudah dijangkau dan penuh kepedulian.
Hingga kegiatan berakhir, sebanyak 54 warga berhasil memperoleh layanan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 19 orang merupakan balita yang datang bersama orang tua mereka untuk memantau tumbuh kembang sejak usia dini.
Menjelang siang, setelah seluruh pelayanan selesai, suasana pendopo kembali mencair. Para kader menggelar makan bersama sebagai penutup kegiatan. Pecel dengan aneka sayuran rebus, seperti kacang panjang, tauge, genjer, dan kubis, tersaji sederhana, namun penuh kehangatan. Hidangan itu dinikmati bersama, termasuk oleh Field Facilitator NIHR Universitas Brawijaya (UB) yang turut hadir menyaksikan kegiatan.
Di balik sepiring pecel dan obrolan ringan yang mengalir, tersimpan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Posyandu ILP Wijaya Kusuma. Sebab, pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya lahir dari alat kesehatan atau prosedur pemeriksaan, tetapi juga dari gotong royong, kepedulian, dan keikhlasan para kader yang dengan setia hadir mendampingi masyarakat. Di Pendopo Balai Desa Tamanagung pagi itu, semangat tersebut kembali menemukan maknanya, yakni kesehatan adalah ikhtiar bersama yang dimulai dari desa. *** [090726]
Oleh: Budiarto Eko Kusumo | Editor: Budiarto Eko Kusumo