Dari Panti PKK ke Pintu-Pintu Rumah: Menjemput Sehat di Pujon Lor

Udara pagi di lereng perbukitan Desa Pujon Lor masih terasa sejuk ketika satu per satu warga berdatangan ke Gedung Panti PKK, Sabtu (14/02). Namun di balik kesejukan itu, terselip persoalan yang kian nyata, yakni asap pembakaran sampah terbuka yang perlahan menggerogoti kesehatan, terutama jantung dan pembuluh darah.

Minggu yang lalu Tim NIHR Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan British Heart Foundation (BHF) telah menggelar Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk Dampak Polusi Udara Akibat Pembakaran Sampah Terbuka terhadap Kesehatan Kardiovaskular di dua desa wilayah Kecamatan Pagak.

Dari Panti PKK ke Pintu-Pintu Rumah: Menjemput Sehat di Pujon Lor
Tim NIHR UB yang terlibat dalam Pengmas di Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang

Kali ini langkah mereka diarahkan ke Kecamatan Pujon. Fokusnya sama, yaitu mengedukasi sekaligus memeriksa kesehatan warga berusia 40 tahun ke atas yang rentan terdampak paparan polusi udara.

Tim yang dipimpin langsung Koordinator RCS (Research Capacity Strengthening), dr. Holipah, Ph.D., atau yang akrab disapa dr. Holi, datang dengan kekuatan penuh. Ia membawa dokter ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), yakni dr. Hikmawan Wahyu, Ph.D. dan dr. Aulia Rahmi Pawestri, Ph.D. (Trop.Med).

Turut hadir pula dr. Dyah Ayuning Wulan (dokter SMARThealth) serta empat analis laboratorium, yakni Widiastuti, S.Tr.Kes; Anita Puspitarini, S.Tr.Kes; Wahyu Caesar Wicaksono, A.Md.Kes; dan Mustafa, A.Md.AK.

Suasana antrean dalam Pengmas di Gedung Panti PKK Desa Pujon Lor

Jumlah personel TIM NIHR UB yang “tambun” itu bukan tanpa alasan (sehingga tidak bisa dituliskan satu per satu dalam tulisan ini). Dalam sehari, tim menargetkan 125 warga untuk diperiksa. “Ini bukan sekadar pengobatan gratis, tetapi bagian dari penguatan kapasitas riset untuk menjawab tantangan kesehatan lokal dan global,” terang dr. Holi dalam pengantarnya di hadapan warga dan perangkat desa yang hadir.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB di Gedung Panti PKK yang terletak di Jalan Bridjen Abdul Manan Wijaya No. 258, Dusun Pujon, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, kabupaten Malang, yang letaknya di belakang Balai Desa.

Warga yang diundang sebelumnya telah melalui proses skrining oleh enumerator – Fahmi Ahmad Fauzan, Febrina Shinta  dan Mega Wrida Silvia – serta perawat BHF (Akbar Mada dan Rifka Luqita).

Konsultasi dengan dokter ahli dari FKUB di dalam ruang Gedung Panti PKK Desa Pujon Lor

Alur pemeriksaan dibuat sistematis. Warga menunjukkan undangan dan kupon di meja registrasi, lalu menjalani pengukuran tekanan darah oleh perawat BHF di sisi timur ruangan.

Setelah itu, mereka masuk ke dalam gedung untuk pemeriksaan antropometri, dilanjutkan pengambilan sampel darah oleh para analis. Di meja panjang berikutnya, tiga dokter FKUB bergantian melakukan pemeriksaan fisik dan konsultasi. Dari sana, warga menerima obat, kompensasi, serta konsumsi sebelum pulang.

Namun pelayanan tidak berhenti di gedung. Bagi warga yang sudah sepuh dan tak mampu datang, tim melakukan home visit. Tercatat sembilan orang dikunjungi di rumahnya.

Kloter pertama dipimpin dr. Hikmawan menggunakan mobil Innova putih, didampingi enumerator, perawat BHF, kamituwo Isman, dan Field Facilitator. Pada kloter kedua, para dokter berpencar, dibonceng sepeda motor bersama analis dan perangkat desa menyusuri jalan-jalan kecil menuju rumah warga.

Home visit ke rumah warga di Desa Pujon Lor kloter pertama

Di sela-sela pemeriksaan di desa yang juga telah dipasangi sensor kualitas udara tersebut, data yang dikumpulkan diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti, sekaligus memperkuat kemampuan riset anggota Tim NIHR UB.

Menjelang waktu Ashar, kegiatan pun rampung. Dari target 125 orang, sebanyak 112 warga berhasil diperiksa di Gedung Panti PKK dan 9 orang melalui kunjungan rumah. Total 121 warga terlayani, sementara empat lainnya tidak hadir tanpa kabar.

Angka itu mungkin sekadar statistik. Namun di baliknya, ada denyut jantung warga desa yang diperiksa, ada kekhawatiran akan asap yang setiap hari terhirup, dan ada harapan bahwa penelitian serta pengabdian ini menjadi langkah kecil menuju udara yang lebih bersih, dan jantung yang lebih sehat di Desa Pujon Lor. *** [150226]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment