“One of the deep secrets of life is that all that is really worth doing is what we do for others.” — Lewis Carol
Pagi itu, sinar mentari bersinar cerah di Dusun Sagat di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring di hari Senin (06/04), yang malam sebelumnya diguyur hujan lebat. Di sebuah rumah milik Ernawati Ningsih, denyut kehidupan masyarakat seakan berpusat.
Di teras depan yang teduh hingga garasi yang disulap menjadi ruang layanan, kegiatan Posyandu Mawar 1 berlangsung hangat. Bukan sekadar rutinitas bulanan, tetapi wujud nyata kepedulian yang menjangkau seluruh lapisan usia.

Sejak pukul 08.30 WIB, satu per satu warga berdatangan. Ibu-ibu menggendong balita, orang dewasa bercengkerama ringan, hingga para lansia yang melangkah perlahan namun penuh semangat.
Posyandu ini menjadi bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di Banyuwangi, sebuah pendekatan yang menyatukan berbagai layanan kesehatan dalam satu titik, dari pemantauan tumbuh kembang anak hingga skrining penyakit tidak menular (PTM).
Di teras depan, lima kader kesehatan dengan kaos merah menyala bergerak cekatan. Ade Fitria menyambut warga di meja pendaftaran, mencatat nama demi nama dengan senyum ramah. Di sisi lain, Ernawati Ningsih sibuk menimbang balita, memastikan setiap angka yang muncul tak luput dari perhatian. Jumiati mengukur tinggi badan dan lingkar kepala dengan teliti, sementara Sudartik mencatat hasilnya ke dalam buku laporan yang sudah mulai penuh dengan data perkembangan anak-anak desa. Di penghujung alur, Dwi Kurniawati membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), memastikan kebutuhan gizi si kecil tetap terjaga.

Setiap proses berjalan seperti alur yang telah ditetapkan, namun tetap hangat. Obrolan ringan, tawa kecil, dan sapaan akrab membuat suasana terasa lebih seperti pertemuan keluarga daripada layanan kesehatan formal.
Beranjak ke garasi, suasana tak kalah sibuk. Di sinilah peran tenaga kesehatan dari Puskesmas Benculuk menjadi tumpuan layanan bagi warga. Istifani Shafira, SKM membuka alur dengan pendaftaran, mengarahkan warga untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Rafini Animatul Hidayah, S.Gz kemudian melakukan pengukuran antropometri, diikuti oleh Kiwuk Sri Rahayu, A.Md.Kes yang memeriksa tekanan darah sekaligus kesehatan gigi dan mulut.
Di sisi lain, perawat Dian Purnamasari, A.Md.Kep dengan sigap melakukan pemeriksaan gula darah, sementara Deny Ratna Sari, A.Md.Kep melayani pemeriksaan mata dan telinga. Setiap warga dilayani dengan sabar, tanpa terburu-buru, seolah waktu memang disediakan khusus untuk memastikan kesehatan mereka terjaga.

Kegiatan Posyandu Mawar 1 ini menyasar warga dari RT 01 hingga RT 04 di RW 03 Desa Tamanagung. Tercatat 24 balita, 2 ibu hamil, dan 2 ibu pascasalin menjadi sasaran utama, sementara layanan untuk lansia disesuaikan dengan kehadiran mereka hari itu. Meski angka-angka itu terlihat sederhana, di baliknya tersimpan harapan besar akan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
Menjelang siang, aktivitas mulai mereda. Warga yang tersisa tinggal beberapa, suasana pun perlahan kembali lengang. Sekitar pukul 12.00 WIB, kegiatan ditutup dengan kesan yang tak mudah hilang, yaitu tentang kerja sama, ketulusan, dan pengabdian.
Di balik semua itu, ada satu hal yang terasa paling kuat, yakni semangat melayani tanpa pamrih. Para kader dan tenaga kesehatan bekerja bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menghadirkan kepedulian yang nyata.

Seperti ungkapan yang sering digaungkan oleh Lewis Carol (1832-1898), seorang penulis, matematikawan, ahli logika, dan fotografer Inggris:
“Salah satu rahasia terdalam kehidupan adalah bahwa semua yang benar-benar layak dilakukan adalah apa yang kita lakukan untuk orang lain.”
Di giat Posyandu Mawar 1 Desa Tamanagung, kalimat tersebut bukan sekadar kutipan. Ia hidup, bergerak, dan menjelma dalam setiap senyum, setiap pelayanan, dan setiap langkah kecil yang berarti bagi kesehatan masyarakat. *** [140426]
Oleh: Budiarto Eko Kusumo | Editor: Budiarto Eko Kusumo