Di Antara Hajatan dan Pengabdian, Posyandu ILP Melati 5 Tetap Menjaga Kesehatan Warga

Suasana rumah kader balita Yulistyawati di Dusun Banyuurip RT 07 RW 10 Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada Kamis pagi (11/6), tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 08.30 WIB, satu per satu warga mulai berdatangan menuju rumah kader lansia tersebut yang menjadi lokasi kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Melati 5.

Rumah yang berada di lekukan perbukitan karst dekat mata air Sumber Kluwih, atau di sebelah utara SD Negeri 5 Pagak itu, kembali menjadi titik temu warga untuk memeriksakan kesehatan sekaligus bersilaturahmi.

Meski demikian, jumlah pengunjung kali ini tidak seramai bulan sebelumnya. Menurut Yulistyawati, kondisi tersebut dipengaruhi adanya hajatan pernikahan yang sedang berlangsung di lingkungan setempat. Banyak warga, khususnya para ibu, tengah menjalankan tradisi biyodo, sebuah budaya gotong royong khas masyarakat Kabupaten Malang di mana warga secara sukarela membantu tetangga atau kerabat yang sedang menggelar hajatan.

Petugas Puskesmas Pagak dan tenaga kesehatan Ponkesdes Pagak berpose dengan kader kesehatan Posyandu ILP Melati 5 Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

“Biasanya ibu-ibu yang punya balita juga ikut membantu hajatan, sehingga banyak yang tidak bisa hadir ke posyandu,” ujarnya.

Namun keterbatasan jumlah peserta tidak mengurangi semangat para kader dan tenaga kesehatan yang bertugas. Tepat pukul 09.45 WIB, pelayanan kesehatan rutin gratis resmi dimulai. Sejumlah kader Posyandu Melati 5 bersama petugas Puskesmas Pagak bahu-membahu memberikan layanan kesehatan kepada warga.

Empat kader balita (Anggun Efita Wati, Supiyani, Maya Juwita Ningrum, Piani) dan lima kader lansia (Yulistyawati, Melany Dhea Veronina, Lia Arista Jayadi Putri, Siti Aisyah, Vika Sasmi Fatmala) mengambil peran penting dalam setiap tahapan pelayanan. Mereka membantu menyambut warga, melakukan pengukuran antropometri, pemeriksaan kadar gula darah, hingga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Antrean pemeriksaan menunggu di serambi

Di sisi lain, tenaga kesehatan dan staf pendukung dari Puskesmas Pagak, yang terdiri dari tenaga kesehatan (Anita Christianti, Anita Fitri Astuti, Dwi Cahya Widodo, Sri Hidayati) dan non kesehatan (Aril Hariani, Devi Yuliani, Nofa Dwi Andriani), bertanggung jawab dalam pemeriksaan kesehatan, pencatatan, hingga pengelolaan data layanan.

Alur pelayanan diawali dari meja registrasi. Setiap warga yang datang disambut dan didaftarkan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pengukuran antropometri dan skrining kesehatan. Pada tahap ini, tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta kadar gula darah diperiksa untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini peserta.

Di salah satu sudut ruangan, pemeriksaan tekanan darah berlangsung bergantian. Tak jauh dari sana, pemeriksaan gula darah dilakukan dengan teliti. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat oleh kader sebelum langsung dimasukkan ke sistem e-Puskesmas. Digitalisasi pencatatan ini memungkinkan data kesehatan warga terdokumentasi dengan lebih rapi dan mudah dipantau secara berkelanjutan.

Suasana giat Posyandu ILP Melati 5 Desa Pagak

Setelah proses skrining selesai, peserta mendapatkan pelayanan dan konsultasi kesehatan. Berbagai keluhan kesehatan dapat disampaikan secara langsung kepada tenaga kesehatan, termasuk pemeriksaan bagi ibu hamil. Kehadiran layanan konsultasi menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh edukasi kesehatan sekaligus mengetahui langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, warga dapat menikmati PMT yang disediakan di serambi rumah dekat pintu masuk. Momen sederhana tersebut sering kali menjadi ruang berbagi cerita antarwarga sekaligus mempererat hubungan sosial yang telah lama terjalin di lingkungan dusun.

Hingga pukul 11.35 WIB, tercatat sebanyak 31 warga mengikuti kegiatan Posyandu ILP Melati 5, terdiri atas satu ibu hamil, tiga balita, dan 27 lansia. Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan kesehatan dasar tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat, terutama kelompok lanjut usia yang rutin memanfaatkan posyandu sebagai sarana pemantauan kesehatan.

Pengecekan kadar gula darah

Di balik angka kehadiran itu, tersimpan gambaran nyata tentang kerja kolaboratif antara kader kesehatan dan tenaga Puskesmas. Dengan keterbatasan sarana dan kondisi masyarakat yang tengah disibukkan hajatan, pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar. Posyandu bukan sekadar tempat pemeriksaan kesehatan, melainkan ruang pengabdian yang mempertemukan kepedulian, gotong royong, dan upaya menjaga kualitas hidup masyarakat desa.

Menjelang siang, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama antara kader Posyandu Melati 5 dan petugas Puskesmas Pagak. Kebersamaan berlanjut dalam suasana makan bersama yang telah disiapkan tuan rumah. Bahkan pendamping lapangan dari NIHR Universitas Brawijaya yang mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir turut diajak kembul bujana, menikmati hidangan bersama sebagai simbol keakraban dan rasa syukur.

Di tengah kuatnya tradisi lokal yang masih terjaga, Posyandu ILP Melati 5 menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat dapat tumbuh berdampingan dengan budaya gotong royong. Dari sebuah rumah sederhana di kaki perbukitan karst Pagak, semangat melayani dan menjaga kesehatan warga terus hidup dari bulan ke bulan. *** [120626]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment