“It is not the beauty of a building you should look for; it’s the construction of the foundation in the human heart.” – Confucius
Pagi itu, Senin, 13 April, pukul 09.45 WIB. Dua notifikasi WhatsApp masuk hampir bersamaan ke telepon genggam Field Facilitator NIHR Universitas Brawijaya (UB). Pesan pertama berisi ucapan selamat Idulfitri dari pemilik rumah yang selama satu dekade menjadi Sekretariat SMARThealth Dilem. Sebuah sapaan hangat yang lazim hadir di hari-hari pasca-Lebaran.
Namun, pesan kedua membawa kabar yang tak terduga. Rumah kontrakan yang telah digunakan selama sepuluh tahun itu tidak akan diperpanjang lagi. Sang pemilik membutuhkan rumah tersebut untuk dijadikan basecamp karyawan yang dikelola anaknya. Dengan demikian, Sekretariat SMARThealth Dilem harus bersiap menutup satu babak panjang pengabdiannya.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada Research Manager NIHR UB Prof. Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D. Arahan pun datang dengan cepat, yaitu mencari tempat baru untuk melanjutkan aktivitas penelitian dan pendampingan lapangan.

Tak ada yang menyangka bahwa jalan keluarnya akan muncul pada hari yang sama. Sore harinya, ketika berkunjung ke rumah kader SMARThealth, Agustin Shintowati, Field Facilitator menceritakan rencana kepindahan sekretariat. Bak pepatah lama, bagai pucuk dicinta ulam tiba, sang kader ternyata mengetahui sebuah rumah kontrakan yang sedang tersedia di kawasan Banurejo.
Mereka pun berangkat melihat lokasi tersebut. Sebuah rumah dua lantai berdiri tepat di depan Lapangan Bulutangkis Sitrun. Di sisi utaranya terbentang lahan terbuka yang masih hijau, menghadirkan kesan lapang dan sejuk. Lokasi itu juga terasa akrab karena berada di lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari wilayah skrining SMARThealth di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kesan pertama itu kemudian dilaporkan kepada Research Manager. Proses komunikasi dan tindak lanjut berlangsung cepat hingga akhirnya kesepakatan tercapai. Rumah tersebut resmi menjadi tujuan baru perjalanan NIHR SMARThealth.
Perpindahan, tentu saja, tidak terjadi dalam semalam. Selama beberapa minggu berikutnya, proses pemindahan barang berlangsung secara bertahap sebanyak tiga kali angkut sesuai ukuran truk kecil. Berkas, peralatan penelitian, perlengkapan sekretariat, hingga berbagai kenangan yang selama ini mengisi ruang-ruang di Dilem berpindah menuju rumah baru di Banurejo.

Pada Selasa (19/05), sebelum waktu Ashar, Field Facilitator mulai menginap di tempat yang kemudian dikenal sebagai Sekretariat NIHR SMARThealth Banurejo atau NIHR SMARThealth Site Office. Sesuai nasihat para pemerhati nogo dino, perpindahan dilakukan pada bulan besar dan diawali dengan membawa sebuah bantal saat pertama kali memasuki rumah baru.
“Desa mawa acara, negara mawa tata.” Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tempat memiliki tradisi dan tata caranya sendiri. Perpindahan bukan sekadar memindahkan barang, melainkan juga memasuki ruang sosial yang baru.
Meski telah mulai menempati sekretariat baru, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Field Facilitator masih harus bolak-balik mengurus sekretariat lama agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya dalam kondisi bersih dan terawat sebagaimana saat pertama kali ditempati.
Akhirnya, pada Senin (01/06), proses perpindahan resmi dituntaskan. Kunci rumah lama diserahkan langsung kepada pemiliknya, disertai ucapan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan selama sepuluh tahun untuk mengenal, belajar, dan bertumbuh bersama masyarakat Dilem.

Memasuki Sekretariat NIHR SMARThealth Banurejo menghadirkan nuansa yang berbeda. Ada atmosfer baru yang menyambut setiap langkah. Bukan hanya perubahan bangunan fisik, melainkan juga perubahan ruang sosial yang menuntut proses adaptasi. Lingkungan baru berarti tetangga baru, ritme baru, dan pengalaman baru yang perlu dipahami secara perlahan.
Dalam pandangan sosiolog Goethe University Frankfurt, Robert Gugutzer, atmosfer dapat dipahami sebagai jembatan antara perasaan tubuh dan tatanan sosial (Gugutzer, 2026). Artinya, sebuah ruang bukan sekadar tempat berdiri dan bekerja, tetapi juga medium yang membentuk relasi, pengalaman, dan cara seseorang berinteraksi dengan lingkungannya.
Secara fisik, Sekretariat NIHR SMARThealth Banurejo menawarkan ruang yang representatif dan fungsional. Lantai pertama terdiri atas ruang pertemuan, ruang penyimpanan peralatan SMARThealth, ruang agenda, dapur kecil, garasi yang luas, serta kamar mandi.
Sementara itu, lantai dua menjadi pusat aktivitas harian. Sebuah area lobi difungsikan sebagai ruang kerja Field Facilitator. Dua kamar tersedia untuk menunjang aktivitas operasional dan penelitian. Satu kamar digunakan sebagai kamar tidur Field Facilitator, sedangkan kamar lainnya yang lebih luas dipersiapkan bagi para peneliti NIHR UB yang singgah, menginap, berdiskusi, ataupun melakukan retreat penelitian.

Di bagian depan rumah, sebidang halaman kecil mulai ditata dengan berbagai tanaman hijau. Kehadiran tanaman tersebut bukan sekadar penghias, tetapi juga menjadi cara sederhana menghadirkan suasana yang lebih teduh dan ramah bagi siapa pun yang datang berkunjung.
Meski alamatnya sekarang telah berganti di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, fungsi utama sekretariat ini tetap sama.
Ia tetap menjadi basecamp bagi Field Facilitator. Lebih dari itu, sekretariat berperan sebagai hub yang menjembatani komunikasi dan kolaborasi antara peneliti, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak yang menjadi bagian dari wilayah kerja SMARThealth maupun NIHR UB.
Di tempat inilah berbagai gagasan bertemu dengan praktik lapangan. Di tempat ini pula koordinasi, diskusi, dan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat dijalankan dari hari ke hari.

Yang tak kalah penting, sekretariat ini juga terus menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader kesehatan. Sebuah community development unit yang memungkinkan berbagai inisiatif lokal berkembang melalui proses belajar bersama, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring sosial yang lebih kuat.
Pada akhirnya, makna sebuah sekretariat tidak pernah terletak pada dinding, lantai, ataupun bentuk bangunannya. Nilai sesungguhnya hadir dari orang-orang yang menghidupkannya dan hubungan yang terjalin di dalamnya.
Sebagaimana petuah Konfusius, “Bukan keindahan bangunan yang harus Anda cari; melainkan pembangunan fondasi di dalam hati manusia.”
Karena itu, memasuki Sekretariat NIHR SMARThealth Banurejo bukan sekadar menempati rumah baru. Ia merupakan langkah untuk melanjutkan perjalanan yang sama, yaitu membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan, dan merawat semangat pengabdian bersama masyarakat. *** [040626]
Oleh: Budiarto Eko Kusumo | Editor: Budiarto Eko Kusumo