Mengetuk Kembali Pintu Data: Langkah Kader Desa Krebet Menguatkan Completion Rate

Either you run the day, or the day runs you.” – Jim Rohn

Langkah-langkah kecil sering kali menjadi penentu keberhasilan sebuah upaya besar. Di Desa Krebet, semangat itu tampak jelas ketika para kader kesehatan bersiap mengambil peran penting dalam sebuah proses yang mungkin terdengar sederhana, tetapi krusial, yakni revisit.

Dalam dunia penelitian, completion rate bukan sekadar angka. Ia adalah cerminan sejauh mana data mampu mewakili kenyataan di lapangan. Ketika responden tak lagi dapat ditemui atau memilih untuk tidak melanjutkan partisipasi, muncul celah yang berpotensi mengaburkan hasil.

Situasi inilah yang sempat ditemui dalam pengumpulan data Theme 1 Primary Health Care Strengthening NIHR Universitas Brawijay (UB), terjadi ketimpangan antara jumlah responden awal pada saat Household Listing dan Pre-Screening, sehingga data yang benar-benar lengkap menjadi tantangan tersendiri dalam tingkat penyelesaian di lapangan.

Kader kesehatan berpose dengan Kades Krebet Senggrong dan Tim Theme 1 Primary Health Care Strengthening NIHR UB

Namun, alih-alih berhenti pada kendala, langkah perbaikan segera disiapkan. Revisit, atau kunjungan ulang ke rumah responden, menjadi strategi untuk menjembatani jarak antara data yang terkumpul dan realitas yang diharapkan. Lebih dari sekadar mengetuk pintu, revisit adalah upaya membangun kembali kepercayaan dan memastikan setiap suara tetap terwakili.

Pada Kamis siang (16/04), di Pendopo Balai Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, yang hangat dan bersahaja, sepuluh kader kesehatan berkumpul. Cuplik Sri Wahyuni, Dwi Cahyani, Erlinawati, Evi Mauliatus, Ifa Dian Safitri, Ita Khusnul, Iva Mahmudah, Lilis Mufidah, Siti Khodijah, dan Siti Nur Azizah – nama-nama yang kelak akan menjadi ujung tombak dalam proses revisit ini. Mereka tidak datang sebagai peserta pasif, melainkan sebagai mitra yang akan menghidupkan kembali data yang sempat terlewat.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari agenda serupa yang sebelumnya digelar di wilayah terdekat, Desa Krebet Senggrong. Jarak yang hanya sekitar 650 meter terasa semakin dekat ketika tujuan yang diusung sama, yakni memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui data yang lebih utuh.

Sambutan dari Kades Krebet Drs. H. Nurkholis, M.Si dalam pembukaan pelatihan kader kesehatan oleh Tim Theme 1 Primary Health Care Strengthening NIHR UB di Pendopo Balai Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang

Dipandu oleh Tim Theme 1 Primary Health Care Strengthening NIHR UB, yang terdiri dari Fildzah Cindra Yunita, S.Kep., MPH; Dwi Sari Puspaningtyas, S.Gz., MSPH; Meutia Fildzah Sharifira, SKM, MPH; Cornelia Feliciana Tedjomuljono (mahasiswa magang), serta didukung Field Facilitator NIHR UB, pelatihan berlangsung dinamis. Dimulai dari pemahaman formulir persetujuan, penggunaan aplikasi SMARThealth, hingga praktik langsung seperti pengukuran tekanan darah, laju pernapasan, dan oksimetri.

Namun, yang paling penting bukan hanya keterampilan teknis yang diajarkan, melainkan kesiapan mental untuk turun langsung ke lapangan. Dalam waktu dekat, para kader ini akan melakukan kunjungan door to door sebagai sebuah “pemanasan” yang sekaligus menjadi ujian pertama mereka dalam mengaplikasikan ilmu yang baru diperoleh.

Dengan mengenal karakter warganya sendiri, para kader diharapkan mampu menjangkau responden yang sebelumnya sulit ditemui oleh enumerator. Mereka bukan orang asing bagi warga, melainkan bagian dari komunitas itu sendiri sehingga menjadi keunggulan yang tak tergantikan oleh metode apa pun.

Suasana pelatihan kader kesehatan di Pendopo Balai Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang

Di tengah upaya ini, terselip sebuah pengingat sederhana namun kuat dari Emanuel James Rohn alias Jim Rohn (1930-2009), seorang pengusaha, penulis, dan pembicara motivasi asal Amerika:

“Anda yang mengendalikan hari, atau hari yang mengendalikan Anda.”

Kutipan ini bukan sekadar rangkaian kata motivasi. Ia menjadi refleksi bahwa keberhasilan revisit – dan pada akhirnya kualitas data penelitian – bergantung pada sejauh mana para pelaku di lapangan mengambil kendali atas waktu, kesempatan, dan tantangan yang ada.

Pelatihan yang berlangsung hingga sore itu pun berakhir pada pukul 16.09 WIB. Namun, bagi para kader kesehatan Desa Krebet, ini bukanlah akhir. Justru, inilah awal dari langkah nyata, mengetuk pintu demi pintu, menyapa kembali responden, dan memastikan bahwa setiap data yang terlewat mendapatkan tempatnya kembali. *** [180426]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment