Menjaga Nyala Semangat di Basecamp: Kisah Kunjungan dan Penguatan Tim Enumerator COM-B di Desa Purwodadi

Air Pollution

I am humbled to share my practical experiences as an enumerator in the sharing session that took place last week.” — Sien Leong Liew on Facebook

Siang itu, Kamis (02/04), suasana Stasiun Rogojampi terasa hangat oleh lalu-lalang penumpang yang baru tiba. Dari kereta Ijen Ekspres yang menempuh perjalanan panjang Malang–Banyuwangi, Field Facilitator NIHR UB yang juga Peneliti dalam Pengawasan Data Lapangan turun dengan membawa satu tujuan, yakni memastikan denyut kerja lapangan tetap selaras dengan rencana penelitian. Kehadirannya disambut oleh Field Supervisor COM-B wilayah Banyuwangi, Andhika Krisnaloka, S.Sos. yang segera mengantarnya menuju Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.

Perjalanan berlanjut ke sebuah rumah berhalaman luas di Jalan Anggur, Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Purwodadi yang menjadu basecamp Tim Enumerator COM-B Gambiran. Tempat ini bukan sekadar titik singgah, melainkan ruang hidup bagi kerja kolektif enam orang enumerator – Alfi Indah Kumala, S.Sos., M.A.; Fitri Adilla Ningrum, S.E.; Hamim Maulana Rahman, S.Sos.; Muhammad Kanda Setia Putra, S.IP; Ocik Adinalita, S.Sos.; Rizqi Bagus Saputra, S.Sos. -, dan seorang mahasiswi magang NIHR UB Vivin Aprilia Ningsih, yang setiap hari bergelut dengan realitas lapangan di tiga desa, meliputi Purwodadi, Wringinagung, dan Wringinrejo.

Di sana, suasana terasa cair. Field Facilitator memulai kunjungan dengan silaturahmi ringan, menyapa Vivin, Kanda, dan Rizbag. Setelah perjalanan panjang, sejenak ia beristirahat, membiarkan tubuh menyesuaikan ritme sebelum kembali masuk ke dinamika kerja lapangan.

Menjelang sore, satu per satu enumerator kembali dari aktivitas pengumpulan data. Wajah lelah mereka berbaur dengan semangat yang masih terjaga. Momen inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan briefing sebagai sebuah proses yang lebih dari sekadar evaluasi teknis. Di dalamnya, terdapat upaya menjaga arah, ritme, sekaligus semangat kerja tim.

Briefing tersebut menjadi bagian dari manajemen layanan lapangan, yaitu sebagai sebuah mekanisme penting dalam penelitian yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai jalur. Di sini, pekerjaan tidak hanya diatur, tetapi juga dirawat, mulai dari pembagian tugas, komunikasi di lapangan, hingga pemantauan alat dan kualitas data. Lebih dari itu, briefing menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali energi kolektif.

Briefing bersama Tim Enumerator COM-B Gambiran di basecamp Purwodadi, Banyuwangi

Bagi Field Facilitator, menjaga antusiasme enumerator bukanlah hal sepele. Ia memahami bahwa di balik angka dan data, ada manusia yang bekerja dalam kondisi yang tidak selalu mudah. Oleh karena itu, briefing diisi dengan dorongan, kejelasan tujuan, pembagian beban kerja yang adil, serta perhatian pada kebutuhan dasar, mulai dari peralatan hingga waktu istirahat yang layak.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan sosiologis yang menempatkan motivasi sebagai kunci kualitas kerja. Enumerator yang merasa dihargai, didukung, dan menjadi bagian dari tim yang solid cenderung menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Dalam konteks lapangan yang dinamis, bahkan penuh tantangan, kondisi psikologis dan kesejahteraan mereka turut memengaruhi cara berinteraksi dengan responden.

Sebagaimana diungkapkan oleh Sien Leong Liew, Research Assistant di Universiti Kebangsaan Malaysia dalam sebuah postingannya di Facebook pada 25 Juli 2025:

“Saya merasa terhormat dapat berbagi pengalaman praktis saya sebagai enumerator dalam sesi berbagi yang berlangsung minggu lalu.”

Pernyataan ini mencerminkan bahwa pengalaman lapangan bukan hanya tentang kerja teknis, tetapi juga tentang proses belajar, berbagi, dan saling menguatkan.

Di basecamp itu, nilai-nilai tersebut terasa nyata. Ada rasa saling percaya yang terbangun, juga pengakuan terhadap kontribusi masing-masing individu. Bagi Field Facilitator, dedikasi enumerator tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari relasi yang setara dan saling menghormati.

Hari mulai beranjak Maghrib ketika briefing usai. Namun pekerjaan belum benar-benar berhenti. Field Facilitator kembali melanjutkan perjalanan, diantar menuju basecamp lain di Kecamatan Cluring, tempat ia akan bermalam sekaligus melanjutkan pengawasan kerja tim berikutnya.

Di tengah perjalanan itu, satu hal menjadi jelas, bahwa penelitian bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses manusiawi yang menghidupinya. Dan di Desa Purwodadi, proses itu berdenyut dalam kerja sunyi para enumerator yang terus menjaga kualitas dalam setiap wawancaranya. *** [100426]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment