Menjemput Data yang Terlewat: Langkah Kader Sumberejo Menguatkan Kualitas Penelitian Melalui Revisit

Completion rate is an indicator to the quality of research because it impacts the participation sample and the credibility of survey and results.” — Quirk’s Marketing Research

Kamis (1/4) yang cerah, suasana di Ponkesdes Sumberejo di Dusun Bekur RT 41 RW 09, terlihat ramai.  Delapan kader kesehatan duduk melingkar, sebagian membawa catatan kecil, sebagian lagi hanya menyimak dengan saksama.

Mereka bukan sekadar hadir untuk menerima materi, tetapi sedang dipersiapkan untuk sebuah “kunjungan kedua” yang justru menjadi penentu kuantitas data penelitian.

Selang dua hari setelah kegiatan serupa di Desa Tlogorejo, kini giliran Desa Sumberejo mendapatkan perhatian. Namun, berbeda dari sebelumnya, pembekalan kali ini membawa urgensi yang lebih kuat.

Gedung Ponkesdes Sumberejo di Dusun Bekur RT 41 RW 09 Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Data pre-screening menunjukkan angka yang tidak bisa diabaikan: 836 responden tercatat can’t meet (tidak bisa dijumpai) dan 215 lainnya declined (diinput menolak). Sebuah sinyal bahwa proses pengumpulan data sebelumnya belum sepenuhnya menjangkau denyut kehidupan warga.

Dalam dunia penelitian, revisit atau kunjungan ulang bukanlah sekadar pengulangan langkah. Ia adalah upaya menyempurnakan cerita yang belum utuh dengan mengunjungi kembali responden, menggali informasi yang terlewat, dan memastikan setiap suara memiliki kesempatan untuk terdengar. Di Desa Sumberejo, revisit menjadi kebutuhan mendesak untuk mengangkat kembali capaian completion rate yang terpuruk.

Ada banyak alasan mengapa angka can’t meet begitu tinggi. Salah satunya sederhana namun krusial: waktu!. Banyak warga baru dapat ditemui setelah sore, bahkan malam hari, ketika aktivitas kerja usai. Sementara itu, sebagian enumerator sebelumnya tidak selalu berada di lapangan pada waktu-waktu tersebut. Celah inilah yang kini coba dijembatani.

Menjemput Data yang Terlewat: Langkah Kader Sumberejo Menguatkan Kualitas Penelitian Melalui Revisit
Kader kesehatan berpose dengan bidan dan perawat Ponkesdes Sumberejo serta Tim NIHR UB

Pembekalan ini dipandu oleh Tim NIHR Universitas Brawijaya (UB) – Dwi Sari Puspaningtyas, S.Gz., MSPH; Meutia Fildzah Sharfira, SKM, MPH, dan Field Facilitator. Dimulai dari penguatan motivasi oleh Field Facilitator NIHR UB, para kader diajak memahami mengapa kunjungan ulang ini penting. Bukan hanya untuk angka, tetapi untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kondisi masyarakat. Ketika ditanya apakah mereka siap menjalankan tugas ini, jawaban yang muncul serempak dan mantap: sanggup.

Nama-nama kader kesehatan, yaitu Anik Ruqoiyah, Indria Ida Asari, Ngatini, Siti Aisah, Sutiani Nasria, Tatik Handayani, Tini, dan Wela Rohmah Diana, menjadi representasi dari tiga dusun yang meliputi Bendo, Bekur, dan Bandarangin.

Mereka bukan orang asing bagi wilayahnya. Justru di situlah letak kekuatannya. Dengan pemahaman sosial dan geografis yang telah melekat, para kader memiliki kemampuan “warming up” yang tidak dimiliki enumerator luar, seperti membangun kedekatan, membuka percakapan, dan menumbuhkan kepercayaan.

Suasana pembekalan terkait target sasaran dan pembagian kerjanya

Setelah sesi motivasi dari Field Facilitator NIHR UB, pembekalan berlanjut pada hal-hal teknis, seperti penentuan target, pembagian wilayah, hingga rencana penggunaan aplikasi SMARThealth pada pertemuan berikutnya oleh Meutia dan Dwi Sari. Semua disusun rapi, seolah menjadi peta jalan untuk menjemput kembali data-data yang tercecer.

Kehadiran tenaga kesehatan setempat – bidan Irawati, A.Md.Keb.; perawat Hari Purnomo, S.Kep.Ners.; hingga koordinator kader Wiwik Ermawati – menambah bobot kolaborasi pagi itu. Ini bukan sekadar kegiatan penelitian, melainkan kerja bersama yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realitas lapangan.

Van der Ven dkk (2025) bilang, kunjungan ulang terbukti menjadi strategi penting. Ia meningkatkan tingkat penyelesaian, mengurangi bias nonrespons, sekaligus memperkaya kualitas data. Kontak berulang membuka peluang menjangkau mereka yang sebelumnya luput – mereka yang sibuk, ragu, atau sekadar belum sempat ditemui.

Peta kerja Ponkesdes Sumberejo

Sebagaimana ditegaskan dalam Quirk’s Marketing Research, sebagai sumber informasi, artikel, dan direktori penyedia riset pemasaran terkemuka yang didirikan pada tahun 1986:

“Tingkat penyelesaian merupakan indikator kualitas penelitian karena berdampak pada sampel partisipasi dan kredibilitas survei serta hasilnya.”

Pernyataan ini terasa relevan dengan kondisi di Sumberejo di mana angka bukan sekadar statistik, melainkan cerminan seberapa utuh sebuah realitas berhasil direkam.

Di balik angka-angka itu, ada cerita yang belum selesai. Dan melalui tangan para kader kesehatan, cerita itu kini mendapatkan kesempatan kedua untuk dilengkapi. *** [010426]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment