Merawat Kehidupan dari Desa: Cerita Posyandu ILP Mawar 1 Desa Krebet Senggrong

Be proud to support a cause that you believe is a worthy mission because your dedication to promoting civic participation helps the community.” — Germany Kent

Pagi belum sepenuhnya meninggi ketika halaman rumah Kepala Desa Krebet Senggrong, Slamet Efendi, S.E., di Dusun Demangjaya 1 RT 08 RW 02 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, mulai ramai oleh langkah warga.

Dari dalam rumah hingga halaman depan, denyut layanan kesehatan desa berdetak sejak pukul 07.00 WIB di hari Selasa (03/02). Di sinilah Posyandu ILP Mawar 1 menggelar giat Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah ikhtiar mendekatkan layanan kesehatan bagi seluruh siklus hidup warga desa.

Giat ILP resmi dimulai pukul 08.00 WIB. Namun, jauh sebelum itu, 12 kader kesehatan telah lebih dulu berkumpul. Dengan seragam sederhana dan wajah penuh kesiapan, mereka berbagi peran dalam alur pelayanan yang tertata rapi ke dalam lima langkah pemeriksaan. Kehadiran mereka menjadi fondasi utama kelancaran kegiatan, mendampingi bidan dan perawat Ponkesdes Krebet Senggrong dalam melayani ratusan warga.

Merawat Kehidupan dari Desa: Cerita Posyandu ILP Mawar 1 Desa Krebet Senggrong
Warga berbondong-bondong menuju ke giat Posyandu ILP Mawar 1 Dusun Demangjaya 1 RT 08 RW 02 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang

Langkah pertama dimulai dari meja pendaftaran yang terletak agak terpisah di halaman rumah. Di bawah naungan payung warna-warni, kader Sulistyowati dan Titin Nur Oktavia menyambut warga dengan ramah. Satu kader mencatat data ibu hamil dan balita, sementara yang lain mendaftarkan remaja serta lansia. Dari meja inilah perjalanan layanan kesehatan warga bermula.

Usai mendaftar, warga diarahkan menuju Langkah 2, yakni penimbangan dan pengukuran. Di teras rumah, kader Desi Purwati dan Endang Setyowati dengan cekatan menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, hingga lingkar kepala balita. Untuk remaja dan lansia, pengukuran dilengkapi dengan lingkar perut. Tak jauh dari sana, kader Elly Setyowati dan Lutfiati bertugas mengukur tekanan darah, memastikan kondisi kesehatan warga usia dewasa dan lanjut tetap terpantau.

Data hasil pemeriksaan kemudian dicatat rapi di Langkah 3. Kader Yeni Mariana, Maslika Erry Retno, dan Nadzirotun K menjadi penjaga tertib administrasi, menuliskan setiap angka dan catatan penting ke dalam buku layanan. Dari sinilah gambaran kesehatan masyarakat desa dirangkai secara sistematis.

Anak-anak PAUD AlBirru yang berlokasi dengan Posyandu Mawar 1 ikut dalam layanan giat Posyandu. Tampak anak-anak PAUD AlBirru yang dikawal gurunya berbaris untuk mendapatkan vitamin A

Memasuki Langkah 4, layanan kesehatan inti berlangsung. Bidan Tutut Widyastuti, S.Tr.Keb., menangani pemeriksaan ibu hamil, pelayanan ANCT, serta konseling KIA dengan penuh perhatian. Vitamin A dibagikan oleh kader Nurhidayati, sementara pemeriksaan gula darah dan konseling kesehatan bagi remaja serta lansia dilakukan oleh Perawat Citra Sulistyo Wardani, A.Md.Kep. Sentuhan profesional tenaga kesehatan berpadu dengan dukungan kader yang sigap.

Langkah terakhir adalah penyuluhan kesehatan dan pemberian makanan tambahan (PMT). Di sesi ini, kader Rima Kusumawati dan Dewi Yekti memberikan edukasi singkat sekaligus membagikan PMT sebagai penutup rangkaian layanan. Setelahnya, warga pun pulang membawa bukan hanya makanan tambahan, tetapi juga pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif.

Giat Posyandu ILP Mawar 1 juga mendapat perhatian dari Tim NIHR Universitas Brawijaya (UB) yang hadir sebagai Field Facilitator. Meski hanya sempat menyaksikan jalannya kegiatan selama sekitar satu setengah jam sebelum berpamitan pukul 09.45 WIB untuk menghadiri giat ILP di desa lain, kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan lintas institusi terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.

Antrean pemeriksaan di siklus remaja dan lansia dalam giat Posyandu ILP Mawar 1 Desa Krebet Senggrong

Hingga pukul 12.00 WIB, rekapitulasi yang disampaikan oleh kader Yeni Mariana mencatat sebanyak 232 warga telah terlayani. Rinciannya, 5 ibu hamil, 66 balita, 30 remaja, dan 131 lansia mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan hari itu.

Di balik angka-angka tersebut, ada dedikasi para kader kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Seperti yang diungkapkan Germany Kent, seorang jurnalis, penulis, aktor, produser, dan filantropis Amerika:

“Banggalah mendukung sebuah tujuan yang Anda yakini sebagai misi yang mulia karena dedikasi Anda dalam mempromosikan partisipasi warga membantu komunitas.”

Perawat Ponkesdes Krebet Senggrong sedang melakukan pemeriksaan

Kutipan ini seolah menggambarkan peran para kader Posyandu Mawar 1 – community health worker – yang dengan sukarela mengabdikan waktu dan tenaga, membantu tenaga kesehatan, dan memastikan layanan kesehatan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Posyandu ILP Mawar 1 bukan sekadar tempat pemeriksaan kesehatan, melainkan ruang tempat gotong royong bertemu dengan kepedulian, dan harapan tumbuh perlahan menjadi keyakinan akan desa yang lebih sehat.

Di sanalah kehadiran para kader, tenaga kesehatan, dan warga menyatu dalam satu irama pengabdian – sederhana, riuh, namun bermakna. Setiap langkah layanan yang dijalani bukan hanya tentang angka dan catatan medis, melainkan tentang merawat kehidupan, satu per satu, dengan ketulusan. *** [030226]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment