Jarum jam menunjukkan pukul 09.45 WIB ketika Field Facilitator NIHR UB meninggalkan Bank Sampah Pagak Bersinar pada Sabtu (06/06). Langkah berikutnya mengarah ke Gedung Ponkesdes Pagak di Dusun Tempur RT 06 RW 12, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Di tempat inilah kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Melati 8 tengah berlangsung.
Dari kejauhan, suasana sudah tampak hidup. Sejumlah warga silih berganti datang menuju lokasi. Menariknya, keramaian di Posyandu ILP Melati 8 terbagi dalam dua gelombang. Pada pagi hari, peserta didominasi oleh ibu hamil, balita, dan anak usia sekolah. Menjelang siang, giliran kelompok usia produktif dan lansia yang memenuhi area pelayanan. Pola ini sengaja diterapkan untuk menghindari penumpukan warga sehingga layanan dapat berlangsung lebih nyaman dan tertib.
Posyandu ILP sendiri merupakan wujud transformasi layanan kesehatan dasar di tingkat desa yang kini tidak hanya berfokus pada ibu hamil dan balita. Melalui pendekatan siklus hidup, layanan kesehatan diperluas sehingga dapat menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Di balik kelancaran kegiatan pagi itu, terdapat sembilan kader kesehatan yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan (nakes) Ponkesdes Pagak. Mereka membagi tugas ke dalam lima langkah pelayanan yang tersusun rapi.
Langkah pertama adalah pendaftaran. Di meja registrasi, Cicik Krisdianti dan Yuli Dian Lestari menyambut setiap warga yang datang. Dengan ramah, keduanya mencatat identitas peserta dan memastikan proses administrasi berjalan lancar.
Setelah terdaftar, warga diarahkan menuju langkah kedua, yaitu pengukuran antropometri dan skrining kesehatan. Di pos ini, Priyatin dan Sri Wahyuni melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar kepala maupun lingkar perut sesuai kebutuhan peserta. Tak jauh dari sana, Winingsih Indrawati melayani pemeriksaan tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah sebagai bagian dari proses skrining awal.

Hasil berbagai pemeriksaan tersebut kemudian dibawa ke langkah ketiga, yakni pencatatan. Di meja ini, Purwiantiwi dan Eny Andayani dengan teliti mendokumentasikan seluruh hasil pengukuran untuk memastikan data kesehatan warga tercatat dengan baik.
Tahapan berikutnya adalah pelayanan kesehatan yang menjadi inti kegiatan. Di dalam gedung Ponkesdes, Bidan Anita Fitri Astuti, A.Md.Keb., bersama Perawat Sri Hidayati, S.Kep.Ners memberikan pemeriksaan lanjutan sekaligus konsultasi kesehatan kepada warga.
Beragam keluhan dan pertanyaan kesehatan dilayani dengan sabar oleh kedua tenaga kesehatan tersebut. Di samping mereka, kader Vista Pratiska sigap membantu menyiapkan obat-obatan yang diresepkan kepada peserta.

Sementara itu, di teras sisi kanan gedung, langkah kelima berlangsung dalam suasana yang lebih santai. Dyah Anggun Sasmita memberikan penyuluhan kesehatan sekaligus membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Menariknya, PMT yang diberikan disesuaikan dengan kelompok sasaran, mulai dari balita, lansia, hingga warga yang memiliki faktor risiko kesehatan tertentu.
Selama kurang lebih tiga jam pelaksanaan, Posyandu ILP Melati 8 berhasil melayani 76 warga. Jumlah tersebut terdiri atas 1 ibu hamil, 26 balita, 5 anak usia sekolah, 30 warga usia produktif, dan 14 lansia.
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap pemeriksaan terdapat upaya menjaga kesehatan masyarakat sejak dini. Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan kader, Posyandu ILP Melati 8 menjadi ruang pelayanan yang mendekatkan akses kesehatan kepada warga sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat Desa Pagak. *** [060626]
Oleh: Budiarto Eko Kusumo | Editor: Budiarto Eko Kusumo