Ramadhan di Medan Data: Langkah Monev Koordinator Theme 2 Menjaga Integritas Riset Lapangan

Air Pollution

Monitoring and evaluation are a sine qua non of any organized structure. Laconic monitoring and prudent evaluation are the key to success of any project or assignment.” — Henrietta Newton Martin – AuthorProject Monitoring & Evaluation – A Primer

Langit pagi tampak lebih hening di hari pertama Ramadhan. Di tengah suasana yang khusyuk itu, langkah Prof. Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D justru mengarah ke medan lapangan.

Sebagai Koordinator Theme 2: Air Pollution and Plastic Combustion sekaligus salah satu peneliti utama dalam NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change Universitas Brawijaya, ia memilih membuka bulan puasa dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) lapangan.

Bagi seorang Peneliti Utama (Principal Investigator/PI), pengumpulan data bukan sekadar rutinitas administratif. Di sanalah fondasi analisis dibangun. Ketelitian teknis, tanggung jawab etis, serta visi strategis berpadu dalam proses pengawasan terhadap enumerator.

Ramadhan di Medan Data: Langkah Monev Koordinator Theme 2 Menjaga Integritas Riset Lapangan
Koordinator Theme 2 NIHR UB lakukan monev di Bululawang dengan berdiskusi bersama enumerator COM-B

Fungsi ini bukan sekadar “memeriksa” hasil kerja, melainkan memastikan integritas proses, keamanan responden, dan kualitas data yang kelak menjadi pijakan rekomendasi kebijakan.

Didampingi Field Facilitator NIHR UB, Prof. Sujarwoto memulai kunjungan ke basecamp Tim Enumerator COM-B di Jalan Raya Kuwolu, Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Di ruang tamu yang menjadi pusat koordinasi itu, ia duduk bersama para enumerator yang tengah rehat dari aktivitas lapangan. Percakapan berlangsung cair namun tajam itu membahas progres pengumpulan data sekaligus hambatan yang mereka hadapi.

Sejumlah persoalan mengemuka. Materi kuesioner yang memerlukan penjelasan lebih adaptif, kendala sinyal aplikasi yang mengharuskan ketersediaan wi-fi untuk sinkronisasi data, hingga kebutuhan pendampingan kader ketika target responden bertambah agar jadwal tidak meleset. Diskusi yang intens tersebut membuka realitas kerja enumerator, bahwa di balik angka-angka statistik, ada dinamika sosial dan teknis yang terus bergerak.

Koordinator Theme 2 NIHR UB lakukan monev di Desa Pagak dengan berdiskusi bersama enumerator COM-B

Pengalaman Prof. Sujarwoto dalam monev bukanlah hal baru. Field Facilitator NIHR UB pernah mendampinginya melakukan pemantauan di Desa Alorawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dalam proyek EP-POM dari Palladium yang didukung pendanaan dari DFAT, Australia. Ia dengan tenang menuruni lembah curam, berbincang santai dengan warga setempat, menunjukkan bahwa pendekatan humanis adalah kunci dalam riset berbasis komunitas.

Usai dari Bululawang, perjalanan berlanjut ke Kecamatan Pagak. Di Dusun Krajan, Desa Pagak, ia menyambangi basecamp Tim Enumerator COM-B putra. Diskusi kembali digelar, namun persoalan yang muncul berbeda. Setiap desa memiliki karakter uniknya.

Di Pagak, akses sinyal relatif lancar, tetapi medan menuju Dusun Sumbernongko dan Banyuurip cukup menantang. Dengan wilayah desa yang luas dan target 277 responden, muncul kebutuhan penambahan personel agar capaian tetap sesuai rencana.

Perjalanan kemudian bergeser ke Desa Tlogorejo di tepian Waduk Karangkates. Di sini, tantangan utama bukan lagi medan atau sinyal, melainkan bahasa. Di Dusun Druju yang mayoritas beretnis Madura, komunikasi menjadi isu krusial. Enumerator memerlukan pendamping kader yang mampu berbahasa Madura agar proses wawancara berjalan efektif dan sensitif terhadap konteks budaya. Kendala serupa rupanya juga muncul di beberapa titik kunjungan lainnya. Hal ini menegaskan bahwa penelitian lapangan selalu menuntut adaptasi kontekstual.

Koordinator Theme 2 NIHR UB lakukan monev di Desa Tlogorejo dengan berdiskusi bersama enumerator COM-B

Menjelang sore, rangkaian monev hari itu, Kamis (19/02) pun usai. Catatan demi catatan telah dihimpun, bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang strategi perbaikan. Evaluasi akan dilakukan, dan jadwal kunjungan berikutnya tengah disiapkan.

Sebagaimana dikatakan oleh Henrietta Newton Martin dalam PROJECT MONITORING AND EVALUATION- A PRIMER: Every Student’s Handbook on Project M & E (2022):

“Pemantauan dan evaluasi adalah syarat mutlak dari setiap struktur yang terorganisir. Pemantauan yang ringkas dan evaluasi yang bijaksana adalah kunci keberhasilan setiap proyek atau tugas.”

Kutipan itu terasa hidup dalam langkah-langkah monev hari pertama Ramadhan ini. Di antara ibadah puasa dan medan desa yang beragam, komitmen terhadap mutu riset tetap menjadi prioritas. Sebab dari data yang terjaga integritasnya, lahir pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti, dan pada akhirnya, perubahan yang lebih bermakna bagi masyarakat. *** [200226]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo     |     Editor: Budiarto Eko Kusumo

Leave a Comment