Semilir angin dari hamparan persawahan di sisi timur Pendopo Siti Ganjaran mengiringi aktivitas warga pada Kamis (13/8). Sejak pukul 09.00 WIB, pendopo yang berada di Dusun Tamanrejo RT 01 RW 03, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, itu mulai dipenuhi warga yang datang untuk mengikuti Giat Posyandu ILP Melati.
Pendopo Siti Ganjaran bukan sekadar ruang terbuka di tengah lingkungan permukiman. Dikelilingi pepohonan, di antaranya dua pohon pule (Alstonia scholaris), satu jambu kluthuk, tiga pohon nangka (Artocarpus heterophyllus), dan dua jambu air, area ini menjadi ruang publik sekaligus salah satu tujuan wisata lokal yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Pagi itu, empat soko sedang dan dua belas soko kecil menopang pendopo yang menjadi tempat berlangsungnya pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut diselenggarakan Pustu Wringinrejo bersama para kader kesehatan setempat.
Konsep Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) membuat pelayanan tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia. ILP menata dan mengoordinasikan berbagai layanan kesehatan primer berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, balita, pasangan usia subur, hingga lanjut usia.

Setibanya di pendopo, warga terlebih dahulu menuju meja pendaftaran. Kader Fitrianingsih mencatat dan mengelompokkan warga sesuai siklus hidupnya. Setelah itu, mereka menjalani pengukuran antropometri oleh kader Nunung L dan Suswati. Balita ditimbang berat badannya, diukur tinggi badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas. Sementara orang dewasa dan lansia menjalani pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Hasilnya kemudian dicatat oleh kader Ucik Agustin untuk dimasukkan ke dalam buku KIA atau KMS.
Bagi ibu hamil dan balita, pelayanan kemudian berlanjut bersama dua bidan Pustu Wringinrejo, Erike Yani Sonhaji, A.Md.Keb. dan Tira Nurul Mu’alifah, A.Md.Keb. Pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian vitamin A, serta imunisasi sesuai usia menjadi bagian dari layanan pagi itu. Beberapa imunisasi yang diberikan antara lain DPT, rotavirus, PCV, dan IPV.

Sementara itu, warga dewasa dan lansia mendapatkan pemeriksaan dari perawat Dodi Setiawan, A.Md.Kep. Pertemuan kali ini terasa seperti menyambung kembali sebuah perjumpaan lama bagi Field Facilitator NIHR Universitas Brawijaya (UB) yang turut hadir bersama enumerator baseline survey Desa Wringinrejo, Yunita Pratiwi Suprapto, S.T.
Perawat tersebut sebelumnya telah ditemui Field Facilitator NIHR UB dalam kegiatan formative study pada 1 Juli 2025 di Pustu Wringinrejo. Karena itu, sapaan yang terjalin di tengah kesibukan posyandu terasa lebih akrab.

Bagi warga yang masih ingin berbincang setelah pemeriksaan, tersedia pula ruang untuk berbagi bersama kader Sistin melalui Bengkel Sakinah. Di tempat itu, warga dapat menyampaikan cerita mengenai kehidupan maupun persoalan kesehatan yang mereka hadapi.
Giat pagi tersebut juga menghadirkan layanan kesehatan gigi. drg. Wiwin Indrayanti dari Puskesmas Gambiran memberikan penyuluhan sekaligus melakukan pemeriksaan karies dentin, yaitu kondisi ketika kerusakan gigi akibat asam bakteri telah menembus email dan mencapai lapisan dentin. Pada tahap ini, gigi biasanya menjadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman dingin, panas, maupun manis.

Menjelang siang, pelayanan pemeriksaan berakhir pada pukul 11.22 WIB. Sebanyak satu ibu hamil, 25 balita, 25 pasangan usia subur, dan 12 lansia tercatat telah mendapatkan layanan.
Suasana ramai perlahan mereda. Namun, pagi hingga menjelang siang di pendopo yang berada di sebelah selatan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Wringinrejo itu meninggalkan gambaran bahwa pelayanan kesehatan dapat tumbuh dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Di bawah rindang pepohonan dan ditemani angin persawahan, Posyandu ILP Melati tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan, tetapi juga ruang bertemu, berbagi, dan merawat kesehatan bersama. *** [140826]
Oleh: Budiarto Eko Kusumo | Editor: Budiarto Eko Kusumo